SATUKANAL.COM
BERITA

Jaga Keseimbangan Alam, Masyarakat Bisa Tukar Botol Plastik Bekas dengan Bibit Pohon

Selain sebagai garda terdepan penanggulangan bencana alam, Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga mengemban misi sosial menjaga keseimbangan alam.

Di Jawa Timur, Tagana telah memulai gerakan untuk menjaga alam dengan menyemai bibit pohon keras untuk dibagikan ke masyarakat.

“Masyarakat bisa mendapatkannya secara gratis pada personil Tagana dengan membawa 5-10 botol plastik bekas untuk ditukar bibit pohon,” kata Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Jambore Tagana dan Bakti Sosial Tingkat Nasional di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Mensos menyebutkan, gerakan ini diawali dengan setiap satu orang Tagana menyemai 100 bibit pohon keras.

Dengan jumlah Tagana Jawa Timur sebanyak 1.600 personel, maka terkumpul sebanyak 160 ribu bibit pohon yang siap dibagikan kepada masyarakat.

“Dengan menggalakkan gerakan menanam pohon maka kita turut membantu mengurangi dampak pemanasan global, menambah sumber oksigen di bumi, menyimpan air dalam tanah. Penanaman pohon juga dapat menyerap polusi udara, mencegah banjir dan juga mencegah erosi. Dengan menanam pohon kita telah melakukan salah satu dari upaya mitigasi bencana,” kata Mensos Agus Gumiwang.

Pada Jambore Tagana yang juga diikuti perwakilan negara Asean tersebut, Mensos Agus juga menyatakan bahwa komitmen menjaga alam sebagai bagian dari mitigasi bencana harus terus didukung.

Pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya bagi Tagana dan masyarakat untuk berinovasi dan berkreatifitas dalam menjaga alam, menjaga bumi tetap lestari.

“Jambore dan Bakti Sosial Tagana 2019 adalah momentum personel Tagana meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam penanggulangan bencana. Kegiatan ini juga menjadi wadah para relawan kebencanaan di Indonesia dan Asean bertemu untuk berbagi pengalaman dan proses belajar bersama dari setiap karakteristik bencana dan budaya,” katanya.

Dikatakan Mensos, sebagian besar wilayah Indonesia adalah rawan bencana.

Belajar dari bencana alam yang terjadi baik tsunami, gempa bumi, gunung api aktif, banjir bandang, dan sebagainya, Kementerian Sosial terus memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui Tagana dan Kampung Siaga Bencana.

Jambore berlangsung di tiga titik yakni di Surabaya, Pasuruan dan Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Untuk di Surabaya berlangsung di Gedung Negara Grahadi. Di Pasuruan dilaksanakan di dua titik yakni Taman Candra Wilwatikta dan Danau Ranu Grati. Sedangkan di Probolinggo berlangsung di Lautan Pasir Taman Nasional Gunung Bromo.

Jambore dihadiri oleh 2.750 Tagana seluruh Indonesia, perwakilan ASEAN Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar.

Hadir pula perwakilan NGO lokal, NGO internasional, Perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB), Pilar-pilar Sosial, dan relawan kebencanaan lainnya.

Kanal Terkait