SATUKANAL.COM
416
BERITA

Jadi Narsum ICCN, Sutiaji Beberkan Pembangunan Rumah Kreatif 180 Miliar

Wali Kota Malang Sutiaji ditunjuk sebagai narasumber dalam seminar nasional Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2019 di Hotel Four Point by Sheraton, Surabaya (28/6/2019). Tak sendiri, dalam kesempatan itu juga didapuk Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman untuk turut menjadi narasumber.

Dalam pemaparan yang dilakukan, Sutiaji membeberkan sederet upaya untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang produktif dan berdaya saing serta berbasis ekonomi kreatif. Salah satunya melalui rencana pembangunan Rumah Kreatif yang kemungkinan menghabiskan anggaran Rp 180 Miliar.

“Tahun depan akan kami bangun Rumah Kreatif, dan anggaran yang disiapkan Rp 180 Miliar. Semuanya diperuntukkan bagi anak-anak muda terus berkarya dan menunjukkan kreativitas mereka,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Kami.

Dia menyampaikan, selain Rumah Kreatif, membangun komunitas yang saling bersinergi amat dibutuhkan. Karena melalui penguatan komunitas itu, maka setiap impian mampu diwujudkan bersama. Sutiaji pun sepakat melalui ABCGM (Academician, Business, Community, Government, dan Media) yang sudah dibangun melalui pentahelix akan terus dikuatkan.

“Siapapun wali kota ke depan, siapapun pemimpin kedepan, di saat komunitas sudah terbentuk dan kuat, maka saya optimis ekonomi kreatif dan apapun yang akan dicapai bisa berjalan baik,” paparnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Sementara itu, Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki Satari menyampaikan, Kota Kreatif adalah masa depan dari keberlanjutan kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Potensi kekayaan alam dan ragam budaya, tradisi dapat dielaborasikan dengan perkembangan terkini dari ilmu pengetahuan inovasi, teknologi, diyakini akan menciptakan kekuatan ekonomi baru, lapangan pekerjaan yang luas dan akan terus relevan dengan perkembangan zaman.

“Nah, saya juga tau persis command center ini juga sudah banyak, secara infrastruktur sudah ada, jadi bagaimana diaktivasi, dimanfaatkan sebagai ruang pantau dan kendali untuk ekonomi kreatif,” ujarnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, Komite Ekonomi Kreatif dapat menjadi salah satu pendorong, khususnya bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di masing-masing kota dan kabupaten. Selanjutnya melalui indeks kota kreatif, diharapkan bukan hanya sekedar angka melainkan mampu menjadi navigasi prioritas pembangunan.

“Dipetakan ekosistemnya sebagai rute jalan, kemudian kompas pembangunannya jangan sampai ketika membangun infrastruktur agar tidak salah langkah,” pungkasnya.

Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sendiri merupakan jejaring forum lintas komunitas kreatif tanah air yang berdiri sejak tahun 2015. Sampai saat ini, ICCN memiliki 200 lebih jejaring kabupaten dsn kota se-Indonesia.

Kanal Terkait