Izin Penggunaan Darurat Vaksin Booster Telah Diterbitkan BPOM
SATUKANAL.COM
syarat vaksin booster
Vaksin Covid-19 (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Straight

Izin Penggunaan Darurat Vaksin Booster Telah Diterbitkan BPOM, Ada 5 Vaksin Covid-19

Satukanal.com, Nasional– Izin Penggunaan Darurat Vaksin Booster Covid-19 atau emergency authorization use (EUA) telah diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Terdapat lima jenis vaksin Covid-19 sebagai vaksin booster yang mendapat EUA dari BPOM. Kelima vaksin itu antara lain Coronavac PT Bio Farma, Pfizer, Astrazeneca, Moderna dan Zifivax.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan penerbitan izin penggunaan darurat vaksin booster ini berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Penny menyebut bahwa pemberian vaksin booster atau dosis ketiga ini untuk melindungi masyarakat dari varian baru Covid-19.

“Respons imun yang dari semua vaksin menunjukkan adanya penurunan kadar antibodi yang signifikan yaitu sekitar di bawah 30 persen terjadi setelah 6 bulan pemberian vaksin yang lengkap untuk usia 18 tahun” kata Penny dalam konferensi pers virtual, Senin (10/1/2022).

Baca Juga :  Update Gempa Banten, 54 Rumah dan 6 Fasilitas Umum di Pandeglang Rusak

Menurut Penny, alasan itulah yang menjadi alasan penting pemberian vaksin booster Covid-19 yang disesuaikan dnegan arahan Oraganisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk vaksin Coronavac PT Bio Farma akan diberikan sebanyak 1 dosis yang bersifat homologous setelah 6 bulan pemberian vaksin primer untuk usia 18 tahun.

Baca juga: Mulai 12 Januari 2022, Berikut Daftar Penerima Vaksin Booster Gratis

Sebagai informasi, homologous sendiri merupakan vaksin booter yang disuntikkan sama dengan vaksin primer dosis pertama dan dosis kedua.

Kemudian, untuk Pfizer dan Astrazeneca juga bersifat homologous serta dengan penyuntikan satu dosis untuk usia 18 tahun ke atas.

Baca Juga :  Mulai Viral, Begini Cara Beli Tanah di Metaverse

“Kemudian, vaksin AstraZeneca sifatnya juga homologus juga ini menunjukkan data keamanan dapat ditoleransi dengan baik dan ringan,” ujarnya.

Selanjutnya, vaksin Moderna dengan pemberian setengah dosis bersifat homologous.

Kemudian, untuk vaksin Moderna yang bersifat heterologous atau jenis yang berbeda diberikan pada dosis kedua AstraZeneca dan Johnson and Johnson.

“Heterologus vaksin moderna ke vaksin primernya adalah AZ dan Johnson and Johnson dengan dosis setengah. Ini menunjukkan respon imun antibodi netralisasi sebesar 13 kalinya, setelah dosis booster,” ucapnya.

Izin darurat terakhir diberikan pada vaksin Zifivax sebagai booster yang bersifat heterologous.

“Untuk heterologus ke vaksin primer sinovac dan sinopharm, pemberian 6 bulan ke atas,” pungkasnya. (Adinda)

Kanal Terkait