Izin Operasional Safe House Habis, Lantas Pasiennya? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Izin Operasional Safe House Habis, Lantas Pasiennya?
ilustrasi Safe House Kota Malang (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Izin Operasional Safe House Habis, Lantas Pasiennya?

Satukanal.com, Malang – Izin operasional Safe House Kota Malang yang bertempat di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tidak akan diperpanjang lagi.

Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan, proses serah terima gedung tersebut kepada Pemprov Jatim nantinya akan dilakukan pada akhir bulan Juni mendatang, karena izin penggunaan tidak lagi diperpanjang oleh Pemerintah Kota Malang.

“Benar, tidak diperpanjang lagi izinnya karena itu sudah 1 tahun kita pinjam. Dan BPSDM Pemprov Jatim menghendaki untuk digunakan kembali karena sudah ada jadwal Pelatihan Dasar (Lapsar),” ujarnya.

Saat ini, beberapa pasien yang tengah menjalani perawatan di Safe House sudah dalam proses perpindahan. Bahkan, kini Safe House sudah tidak lagi menerima pasien Covid-19. Dari keterangan Sutiaji, pasien dialihkan ke RS Lapangan Idjen Boulevard dan RSUD Kota Malang.

Baca Juga :  Besok, Hujan Meteor Arietied Dapat Disaksikan Dengan Mata Telanjang

Senada dengan Sutiaji, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, pun juga mengungkapkan pihaknya telah diberi waktu hingga 30 Juni 2021 untuk melakukan pengosongan gedung Safe House.

“Saat ini masih ada 16 pasien. Insyaallah nanti semua pasien itu berakhir di tanggal 25 Juni,” terangnya pada Satukanal.com.

Usai proses pemindahan seluruh pasien dilakukan, pihak Dinkes Kota Malang akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area gedung Safe House. Baik di dalam maupun di luar gedung. Direncanakan proses penyemprotan akan dilaksanakan pada tanggal (26/6/2021) hingga (29/6/2021).

Baca Juga :  1 Keluarga Positif, 1 RT di Lowokdoro Swab Massal

dr Husnul mengatakan, jika seluruh gedung telah melalui proses penyemprotan disinfektan,  maka selanjutkan akan dikembalikan secara penuh kepada pihak BKPSDM Pemprov Jatim pada tanggal (30/6/2021) mendatang.

Sementara itu, Berkaitan dengan pasien yang dialihkan ke RS Lapangan, dr Husnul mengatakan bahwa, kapasitas masih memungkinkan dan tersedia. Pasalnya, dari 306 bed (tempat tidur pasien) yang ada di RS Lapangan, baru sekitar 60 persen yang terisi.

“Sementara pasien kita arahkan ke RS Lapangan. Untuk bed di sana masih 60 persen dari total sekitar 306 bed,” pungkas dr Husnul.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait