Istiwa, Jam Matahari Kuno Yang Masih Lestari di Ponpes Kapurejo Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Istiwa, Jam Matahari Kuno Yang Masih Lestari di Ponpes Kapurejo Kediri
BERITA HIGHLIGHT KABUPATEN KEDIRI

Istiwa, Jam Matahari Kuno Yang Masih Lestari di Ponpes Kapurejo Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI– Pondok Pesantren (Ponpes) Kapurejo, masih menjaga kelestarian keberadaan jam istiwa atau biasa disebut jam matahari. Jam ini digunakan untuk melihat waktu shalat dengan memanfaatkan bayangan sinar matahari.

Pengasuh Ponpes Salafiyah Kapurejo Mohammad Chamdani Bik, mengatakan keberadaan jam istiwa sudah ada sejak berdirinya lokasi Ponpes Salafiyah Kapurejo. Umurnya berkisar lebih dari satu abad didirikan oleh KH. Hasan Muhyi, yang juga merupakan mertua dari KH. Hasyim Asy’ari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

“Kalau aslinya dulu ditempatkan di bata. Kemudian rubik berada di atasnya, ini baru ditambah keramik. Pondok kuno pasti punya jam istiwa,” kata Pengasuh Ponpes Kapurejo, yang kerap disapa Gus Bik, kepada satukanal.com, Senin 19 April 2021.

Baca Juga :  Harga Ayam Broiler Melonjak 40 Ribu di Bulan Ramadan

Gus Bik menjelaskan, jam istiwa masih digunakan untuk mencocokkan waktu shalat dengan jam umum (WIB). Cara penggunaannya pun berbeda dengan jam WIB yakni dengan penglihatan fisik dan perhitungan yang tepat.

Disebutkan, jam istiwa memang khusus untuk melihat waktu siang. Dengan memanfaatkan sinar matahari, disertai bayangan lempengan yang sudah tertulis garis angka 1, hingga 12 dengan memakai huruf Arab.

“Cara melihatnya, dari lempengan melalui hitung-hitungan. Dan tidak sama dengan WIB. Jadi jam dihitung melalui bayangan, kemudian ditambah, dan dibagi sekian,” jelas Gus Bik.

Baca Juga :  Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan, Pelamar Kerja Menurun 50 Persen di Disnaker Kabupaten Kediri

Berlokasi tepat di depan masjid area Ponpes Kapurejo, jam istiwa terkadang masih digunakan untuk menentukan waktu shalat para santri.  Disampaikan pula bahwa jam istiwa menjadi metode Islam pertama kali yang harus ditempatkan di bawah sinar matahari.

“Saat Jam WIB menunjukkan pukul 12.00, itupun gak sama dengan jam istiwa, lebih maju ini 30 menit. Ada kaitannya dengan penghitungan khisab, dan masuknya jam waktu shalat,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait