Istilah Xenophobia Trending Dikaitkan Nama Jisoo BLACKPINK, Apakah itu? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Istilah Xenophobia Trending Dikaitkan Nama Jisoo BLACKPINK, Apakah itu
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Istilah Xenophobia Trending Dikaitkan Nama Jisoo BLACKPINK, Apakah itu?

Satukanal.com, Nasional – Saat ini laman media sosial Twitter tengah ramai memperbincangkan istilah Xenophobia, dengan hastag #XenophobiaIsNotAJoke. Bahkan, trending Xenophobia juga turut menyeret member Blackpink, Jisoo dengan hastag #ProtectJISOO.

Pada laman Twitter, hastag #Xenophobia telah ditulis lebih dari 145 ribu tweet. Sedangkan, hastag Jisoo Blackpink mencapai 148 ribu tweet. Tagar tersebut berisikan cuitan mengenai kekhawatiran penggemar Jisoo Blackpink akan kondisnya.

Tagar tersebut muncul karena ulah sebagian orang yang menyerang Jisoo karena tak lancar berbahasa Inggris, seperti member Blackpink lainnya yakni, Lisa, Jennie, dan Rose.

“Jisoo tidak pantas dibenci, dia selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan kita dalam bahasa Inggris! Tapi jangan mewajibkan mereka untuk bicara bahasa Inggris hanya karena beberapa dari kalian tidak mengerti dia! Jika kalian mau mengerti (apa yang dikatakannya), belajar bahasa Korea!!” tulis salah satu netizen di twitter.

Adanya permasalahan tersebut para penggemar Jisoo mengeluarkan tagar #ProtectJisoo dan #XenophobiaIsNotAJoke. Lantas, apa sebenarnya Xenophobia yang menyeret nama Jisoo Blackpink?

Penjelasan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Xenophobia merupakan salah satu perasaaan benci (takut, waswas) terhadap orang asing atau sesuatu yang belum dikenal atau kebencian pada yang serba asing.

Sedangkan, dikutip pada Cambridge Dictionary, Xenopbohia adalah ketidaksukaan atau ketakutan ekstrem terhadap orang asing, adat istiadat, atau agama, dan lain-lain.

Baca Juga :  52 KA Lokal di Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi

Sehingga, definisi dari Xenophobia secara luas sendiri yakni, adanya ketakutan apa pun terhadap seseorang yang berbeda dari diri seseorang. Permusuhan terhadap orang luar sering kali merupakan reaksi terhadap rasa takut tersebut.

Beberapa contoh Xenophobia salah satunya yang telah terjadi di Amerika, yakni diskriminasi pada orang keturunan Timur Tengah (Islamofobia) dan sikap Xenophobia terhadap imigran Meksiko dan Latin.

Bahkan, saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, turut meningkatkan laporan Xenophobia pada orang-orang keturunan Asia Timur dan Asia Tenggara di seluruh dunia.

Xenofobia sendiri sering tumpang tindih dengan bentuk prasangka lain seperti rasisme dan homofobia, namun terdapat perbedaan penting. Jika rasisme, homofobia, dan bentuk diskriminasi lainnya didasarkan pada karakteristik tertentu, Xenofobia sendiri biasanya berakar pada persepsi, bahwa anggota kelompok luar adalah orang asing.

Very Well Mind mewartakan, meskipun Xenofobia dapat diekspresikan dengan berbagai cara, berikut adalah tanda-tanda seseorang Xenophobia :

  1. Timbul rasa tidak nyaman ketika berada di sekitar orang-orang yang termasuk dalam “kelompok” yang berbeda.
  2. Berusaha keras untuk menghindari area tertentu.
  3. Menolak berteman dengan orang lain hanya karena warna kulit, cara berpakaian, atau faktor eksternal lainnya.
  4. Kesulitan menanggapi supervisor dengan serius atau berhubungan dengan rekan satu tim yang tidak termasuk dalam kelompok ras, budaya, atau agama yang sama.
Baca Juga :  Deretan Film Indonesia yang Dilarang Tayang di Negara Sendiri

Xenophobia sendiri tidak dikenali sebagai gangguan mental dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5). Namun, beberapa psikolog dan psikiater menjelaskan bahwa, rasisme dan prasangka yang ekstrim harus diakui sebagai masalah kesehatan mental.

Dalam hal ini Xenophobia dibagi menjadi dua tipe utama pertama, Xenophobia budaya yakni adanya penolakan objek, tradisi, atau simbol yang terkait dengan kelompok atau kebangsaan lain. Seperti, mencakup bahasa, pakaian, musik, dan tradisi lain yang terkait dengan budaya.

Kedua adalah Xenofobia imigran, yakni adanya penolakan orang-orang yang tidak dipercayai oleh seseorang Xenophobia. Hal ini dapat mencakup penolakan orang dari agama atau kebangsaan yang berbeda dan dapat mengarah pada penganiayaan, permusuhan, kekerasan, dan bahkan genosida.

Xenofobia sendiri tidak hanya memengaruhi orang-orang di tingkat individu, tetapi juga di lingkungan masyarakat, seperti permusuhan terhadap orang-orang dari latar belakang berbeda, peluang sosial dan ekonomi menurun untuk kelompok luar, Isolasionisme serta diskriminasi.

Sehingga bagi yang merasa Xenophobia, Untuk mengatasinya anda dapat melakukan hal-hal seperti, memperluas pengalaman pribadi, melawan rasa takut terhadap hal-hal yang tidak diketahui serta lebih perhatian dengan lingkungan sekitar.

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait