SATUKANAL.COM
Insiden Warga dan Papua di Kota Malang
BERITA ISU PILIHAN

Insiden Warga dan Papua di Kota Malang Diselingi Hoaks, Wali Kota Malang Sampaikan Ini

Satukanal.com – Insiden yang melibatkan kelompok masyarakat dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kota Malang pada Kamis (15/8/2019) lalu disebut menjadi salah satu penyebab aksi yang digelar di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019) kemarin.

Hal itu sangat disayangkan banyak pihak, tanpa kecuali Pemerintah Kota Malang. Karena informasi hoaks banyak berkembang di masyarakat, dan secara tidak langsung telah memicu adanya opini yang tak baik. Informasi tak benar itu pun banyak berkembang di media sosial.

“Ada informasi yang menyebut katanya pengrusakan mobil, pemecahan kaca-kaca. Padahal tidak ada semua itu. Memang ada benturan, namun bisa diredakan oleh aparat dan situasi terjaga dengan aman,” kata Wali Kota Malang Sutiaji melalui keterangan tertulisnya saat menghadiri Bincang Aksi Mencari Solusi (BAKSO) bersama Masyarakat Kota Malang yang digelar Polresta Malang di Balai RW 09 Kelurahan Blimbing, Senin (20/8/2019) malam.

Dengan insiden itu, Sutiaji berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Selain itu juga harus lebih selektif dengan perkembangan informasi, dan tidak langsung percaya kepada satu sumber. Sehingga, insiden yang diwarnai dengan hoaks dapat terus ditangkal.

Secara khusus, Sutiaji juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat ikatan persaudaraan kebangsaan. Sebagai miniatur Indonesia, Kota Malang tentunya memiliki keberagaman dengan penduduk yang berasal dari berbagai daerah, tak hanya dari dalam tapi juga luar negeri.

“Papua adalah saudara kita, dan ada sekitar tidak kurang 1000 mahasiswa Papua di Kota Malang yang selama ini juga mampu membaur dan beraktivitas dengan baik di kampus. Itu disampaikan secara langsung oleh para rektor saat bertemu saya tadi siang (kemarin; red). Maka kami jamin anak-anak kami semuanya aman dan nyaman hidup di Kota Malang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sutiaji pun mengapresiasi kegiatan yang rutin digelar Polresta Malang itu. “Ini program inovatif dan kreatif Pak Kapolresta. Pakai istilah bakso, yang notabene makanan khas Malang. Artinya giat ini memiliki nilai kearifan lokal yang sangat kuat. Pola pola keguyuban, jagongan dan obrolan seperti ini yang harus dihidupkan,” terang Sutiaji mengapresiasi program Bakso Polres Kota Malang.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri dalam kesempatan jagongan itu juga menyampaikan kepada masyarakat untuk terus merangkul masyarakat yang berasal dari luar Kota Malang. Dengan harapan, harmonisasi tetap terjaga dengan baik dan aman.

“Slogan kita adalah Salam Satu Jiwa, yang artinya jiwa satu yang sama yakni Indonesia. Maka kita harus terus merangkul siapapuan karena kita semua saudara,” tutupnya.

Kanal Terkait