Inisiatif Dalam Mitigasi Bencana, Pemkab Mojokerto Siapkan Perangkat Deteksi Dini | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Inisiatif Dalam Mitigasi Bencana, Pemkab Mojokerto Siapkan Perangkat Deteksi Dini
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Inisiatif Dalam Mitigasi Bencana, Pemkab Mojokerto Siapkan Perangkat Deteksi Dini

SATUKANAL.com, MOJOKERTO Bencana alam umumnya merupakan force majeure (berada di luar kuasa manusia). Misalnya banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, kekeringan hingga kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Meski begitu, ada banyak upaya preventif atau pencegahan yang dapat disiapkan untuk mengatasi hal-hal tidak diinginkan. Mulai dari meminimalisir jatuhnya korban, menekan dampak kerusakan hingga percepatan pemulihan pasca bencana.

Upaya-upaya dengan dukungan perangkat canggih, juga dibarengi dengan usaha pencegahan bersifat jangka panjang berkelanjutan. Diantaranya dengan reboisasi atau menghijaukan kembali lahan-lahan gundul untuk mencegah bencana tanah longsor. Langkah ini juga sangat bermanfaat untuk memelihara ekosistem, dan kelangsungan sumber air bersih. Sebab, tidak sedikit deret bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia. Seperti penggundulan hutan dan pembukaan lahan dengan membakar.


Pemkab Mojokerto telah melakukan mitigasi bencana, serta membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Salah satu langkah yang dilakukan diantaranya memasang alat deteksi dini berupa Early Warning System (EWS) di sejumlah wilayah, berdasar pada pemetaan rawan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). EWS tersebut dapat mengirimkan sinyal bahaya dan terkoneksi di kantor Pusdalops BPBD. Semua bekerja secara otomatis, termasuk memberi peringatan dini pada masyarakat melalui tanda bunyi sirene dengan jangkauan mencapai 0,5 kilometer. Kesadaran dan kesiapan seperti ini, idealnya wajib dimiliki oleh masyarakat melalui kearifan lokal dengan dukungan penuh pemerintah terkait. Hal yang sama juga dijalankan secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, apalagi dalam menghadapi cuaca tidak menentu di musim peralihan.

Baca Juga :  Polresta Mojokerto: Gelar Operasi Gabungan Lilin Semeru Jelang Nataru

Tidak berhenti di sini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga berupaya menjaga lingkungan bersih dari sampah dengan inovasi “Simas Karto” atau kepanjangan dari Sistem Informasi Manajamen Sampah Kabupaten Mojokerto. Serta, slogan ‘Sampahmu Tanggang Jawabmu’ sebagai bentuk kepedulian diri terhadap lingkungan. Hal ini lahir dari kewaspadaan apabila sampah tidak dikelola dengan baik, berpotensi menjadi pemicu banjir.

Selain itu upaya lain dari Pemkab Mojokerto yakni, dengan meresmikan TPA Edukasi Karangdiyeng Kecamatan Kutorejo, serta launching Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Lingkungan Hidup. TPA Karangdiyeng seluas 4,2 hektar, didesain untuk menampung sampah sebanyak 50 ton per hari dengan masa pakai kurang lebih 3,14 tahun. Sistem pengelolaan menggunakan controlled landfill dengan dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain pagar gapura, jalan operasi, kantor, gudang bank sampah induk, garasi, Taman Kehati dan Edukasi, IPAL, zona aktif, buffer zone, area pengomposan, timbangan dan pos jaga.

Baca Juga :  Sambut Wisatawan Domestik, Staycation Mojokerto Tawarkan Puluhan Villa dan Hotel Nyaman

“Mitigasi bencana harus dilakukan dengan kajian dan penanganan tepat. Perangkat canggih, program efektif, dan sinergi berbagai pihak jadi kuncinya. Mulai TNI, Polri, masyarakat dan pihak swasta yang kooperatif,” tegas Bupati Mojokerto Pungkasiadi terkait hal ini. Kegiatan ini merupakan bentuk upaya nyata Pemerintah Kabupaten Mojokerto, untuk melaksanakan amanat Pemerintah Pusat mengelola sampah dalam mencapai target Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 78 tahun 2018.

 

Pewarta: Yuni Shavera
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait