SATUKANAL.COM
tomat kediri
BERITA HIGHLIGHT KABUPATEN KEDIRI STRAIGHT NEWS

Inilah Penyebab Lonjakan Harga Tomat di Kabupaten Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Para petani tomat mengungkapkan kegembiraannya untuk hasil panen yang mengalami lonjakan signifikan dari harga 1000, ke harga 5000 rupiah, Jumat (13/11/2020).

Kelonjakan harga tersebut disebabkan oleh minimnya pasokan hasil panen tomat tingkat petani, serta mulai turun musim penghujan di wilayah Kabupaten Kediri.

“Untuk produktivitas tanaman tomat sudah mulai menurun. Beberapa petani sudah mulai pindah jenis tanaman ke jenis padi. Karena datangnya musim hujan,” kata Penyuluh Pertanian Lapangan Pertanian, Yayuk Anisa, kepada Satukanal.com, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga :  Disbudpar Kabupaten Kediri Upayakan Peningkatan Kualitas Pengelola Wiasata Dimasa Pandemi

Selain dari bebrapa faktor tersebut, ia juga mengungkapkan kepandaian para petani memilih waktu tanam juga sangat berpengaruh. Meminimalisir untuk penanaman secara bersamaan.

Disebutkan, seiring dengan datangnya musim penghujan, maka tanaman tomat juga sangat rentan untuk bakteri, hingga menyebabkan kegagalan panen. Kegagalan hasil panen tersebut, mengurangi hasil pasokan taman tomat. Akibatnya harga dipasaran akan meningkat.

“Saya sangat mengapresiasi para petani tomat, dengan harga fantastis. Karena petani cerdas, dimana mereka tidak selalu mengikuti arus yang ada. Jadi sebelum tanam mereka mencari informasi dahulu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Calon Bupati Kediri, Gelar Diskusi Desa Inovasi Tanaman Organik

Sementara itu, Witoyo, petani tomat warga Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, mengaku senang atas peningkatan harga tersebut.

Dengan luasan tanah 100 RU dalam 5 kali petik panen, mampu mendapatkan hasil panen sebanyak 2 Ton. Padahal untuk sekali tanam, ia mengatakan hasil panen mampu lebih dari 10 kali petik.

“Harga pemasarannya fantastis. Cukup baik. Hingga petik terakhir ini harga 5000,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait