Inilah 10 Kemungkinan Penyebab Terjadinya "Kiamat" Menurut Para Ahli - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Inilah 10 Kemungkinan Penyebab Terjadinya “Kiamat” Menurut Para Ahli

Hingga kini tidak diketahui kapan pastinya kiamat datang. Manusia hanya bisa meramal, tapi Tuhan yang menetukan.

Suku Maya kuno di Amerika Selatan disebut-sebut pernah meramal kiamat datang tahun 2012. Namun, 2012 lewat dan kiamat belum terjadi.

Meski begitu, manusia tetap senang memprediksi. Para ilmuwan bahkan sudah memprediksi penyebab terjadinya kiamat. Berikut ini 10 kemungkinan penyebab terjadinya kiamat menurut ilmuwan.

1. Perang Nuklir

Para ahli telah memperingatkan di masa depan akan ada kemungkinan perang nuklir yang lebih dahsyat dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Nuklir yang meledak  di Kota Nagasaki dan Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945 membuktikan betapa bahayanya dampak penggunaan salah satu senjata pemusnah masal ini. Senjata ini tidak hanya menghapus kehidupan manusia, tetapi juga dapat memberikan radiasi radioaktif di wilayah itu.

Saat ini, Amerika Serikat dan Rusia diketahui memiliki persenjataan terbesar dengan 7 ribu hulu ledak nuklir, seperti rudal dan torpedo. Setelah dua negara itu, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel diyakini memiliki beberapa perangkat nuklir.

2. Bencana Meteor atau Asteroid

Seperti yang kita ketahui di masa lalu, sebuah asteroid menghancurkan seluruh dinosaurus di muka bumi ini. Kemudian, dinosaurus tersebut punah dari muka bumi kita. Berkaca dari hal tersebut, tidak ada yang bisa memastikan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi kepada kehidupan manusia sekarang ini.

Sejarah menunjukkan bahwa tabrakan asteroid dengan konsekuensi bencana terjadi rata-rata setiap 120 ribu tahun. Para ahli pun khawatir puing-puing dari tabrakan asteroid bisa menutup sinar matahari sampai berbulan-bulan. Kemudian merusak lingkungan dan ekosistem. Ahli pun memperkirakan korban tewas akibat asteroid bisa mencapai ratusan juta jiwa.

3. Wabah Penyakit

Berkat kemajuan teknologi seperti peluncuran vaksin, penyakit seperti kolera dan malaria pun menurun pada abad lalu. Tetapi, ancaman wabah penyakit tetap tidak bisa diremehkan. Sebab, penyakit baru yang tidak dilengkapi pelindung seperti vaksin pun dapat muncul pada mikroorganisme yang menyebar ke kawasan padat penduduk lewat pasokan air.

Jadi, jangan remehkan bahaya satu penyakit. Sebab,  penyakit yang terkesan tidak berbahaya seperti influenza saja ternyata pernah menjadi penyebab wabah mematikan yang menewaskan lebih dari 20 juta nyawa pada masa Perang Dunia I dulu.

Baca Juga :  Sisa 300 Pasien Isoman, Kota Malang Gerak Cepat Pindahkan ke Isoter

4. Erupsi Vulkanik

Menurut penelitian para ahli, di antara 5 ribu gunung berapi yang aktif dan tidak aktif di dunia, ada tiga gunung berapi besar. Beberapa di antaranya adalah Yellowstone di Amerika, Danau Toba di Indonesia, Taupo di New Zealand, dan Aira Kaldera di Jepang. Setiap gunung berapi ini dapat menyebabkan sebuah letusan dalam skala 240 mil. Dengan kata lain, ribuan kali lebih besar dahsyatnya dalam sejarah letusan gunung berapi. Kerusakan yang terjadi pun akan sangat besar.

Yellowstone sebagai contoh, dapat mengeluarkan 200 triliun asam belerang dan setara dengan istilah nuclear winter di perang nuklir. Debu dan puing-puingnya pun dapat menghalangi sinar matahari selama beberapa tahun.

5. Perang Senjata Biologis

Salah satu kemungkinan penyebab kiamat di dunia adalah karena perang, termasuk di dalamnya perang biologis. Walaupun perang jenis ini sering kita lihat hanya di film, tapi pada kenyataannya memang ini adalah ancaman yang nyata dan sangat berbahaya.

Anthrax, misalnya, mungkin memang sudah lama tidak terdengar lagi. Tapi hal ini tetap sangat efektif untuk membunuh populasi manusia. Bahkan jika dibuat jadi senjata dalam sebuah bentuk partikel aerosol atau contohnya asap berukuran 1,5 sampai 5 mikron, itu sudah dapat membunuh 90 persen populasi manusia. Bahkan banyak virus yang dapat digunakan jadi senjata mematikan di dunia ini.

6. Serangan Robot

Seiring dengan teknologi yang bertambah canggih, kemungkinannya robot akan jauh lebih pintar dari manusia. Kemungkinannya juga suatu saat nanti komputer juga akan mampu mendesain diri mereka sendiri. Jadi, akan tiba saat di mana mesin akan mampu memanipulasi semua bentuk kemanusiaan. Di mana robot mampu mencari sumber tenaga mereka sendiri, kemudian mengidentifikasi manusia, dan menyerang mereka jika berbahaya.

7. Pemanasan Global

Yang satu ini pasti sudah familiar dan sering kalian dengar bahkan merasakan. Berita penyuluhan tentang global warming pun seakan tidak ada hentinya. Dan inilah salah satu cara bagaimana bumi akan kiamat.

Baca Juga :  Sutiaji Ajak Penyuluh Agama Wujudkan Binadamai dan Nirkekerasan

Sayangnya, ada yang mengatakan bahwa kita sudah terlambat untuk mengembalikan efek dari global warming dan kita hanya dapat memperlambatnya. Jika global warming terus parah, maka kondisi bumi akan semakin berbahaya dan berakhir dengan iklim yang mengancam nyawa manusia.

Seiring dengan naiknya temperatur, makanan akan menjadi semakin langka, kualitas udara memburuk, dan penyakit pun akan bertebaran. Saat ini saja, WHO memperkirakan bahwa setiap tahunnya 150 ribu orang terbunuh karena perubahan iklim.

8. Wabah Infeksi Jamur

Menurut para ilmuwan, suatu saat nanti parasit atau jamur mematikan dapat menjangkit. Ia bisa menginfeksi daya tahan tubuh makhluk hidup dengan cepat dan akhirnya tidak ada obatnya sama sekali. Hal ini yang membuat depopulasi besar-besaran manusia. Manusia akan terkena penyakit aneh yang mustahil untuk disembuhkan. Penyakit ini pun mudah sekali menular hanya dalam hitungan hari saja.

9. Ledakan Populasi Manusia

Saat ini, penduduk dunia ada di angka 7,3 miliar menurut data PBB yang diulas oleh National Geographic. Populasi dunia akan mencapai 8,7 miliar di tahun 2030. Lalu di tahun 2050 akan meningkat menjadi 9,4 miliar jiwa. Semakin lama, usia harapan hidup dunia juga semakin bertambah. Itu artinya bumi kita yang kecil ini harus bisa menyediakan makanan bagi 9,4 miliar jiwa di tahun 2050.

Ironisnya, semakin banyak penduduk dunia semakin banyak pula tanah yang dilapisi beton untuk tempat tinggal. Hingga tidak ada tempat bercocok tanam. Krisis makanan ini tidak hanya akan menciptakan bahaya kelaparan tapi juga kekacauan besar-besaran.

10. Hancurnya Ekosistem Dunia

Ini terjadi akibat kita sering membuang sampah sembarangan di sungai atau di laut atau karena kita tidak menjaga lingkungan. Dampak yang akan terjadi bisa saja mengakibatkan hewan-hewan yang sangat penting dalam menjaga ekosistem kita ini mati atau bahkan punah. Contohnya saja bila ikan di laut itu banyak yang mati akibat pencemaran lingkungan dari limbah limbah pabrik di dunia ini, maka rantai makanan tidak akan berjalan. (*)

Kanal Terkait