Ini Penuturan Oknum Soal Penggelapan Pajak Reklame | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Ini Penuturan Oknum Soal Penggelapan Pajak Reklame

Satuchannel.com, Kota Malang – Perihal penggelapan pajak reklame yang ditotal hingga Rp 1 Miliar. Pada pemeriksaan, oknum berinisial ZK yang sebelumnya ditengarai sebagai makelar pelaku penipuan dan penggelapan juga dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pria paruh baya itu malah mengaku juga menjadi korban dari oknum lain berinisial EF, dengan identitas warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing.

Menurut ZK, uang yang disetorkan oleh masing-masing perusahaan alias Wajib Pajak (WP) rekanannya itu dibawa kabur oleh EF. Sempat hadir ketika dipanggil pada pemeriksaan 30 Maret lalu, nyatanya sosok EF sekarang tiba-tiba menghilang.

“Dia sulit dihubungi karena nomor ponselnya mendadak tidak aktif. Begitu pula ketika dicari ke tempat kerja dan rumah kontrakannya, juga tidak ada”, terang ZK

Merunut dari belakang, indikasi penyelewengan uang Pajak Reklame ini terendus setelah diteliti oleh petugas BP2D. Penggelapan WP terlacak melalui Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah (Simpada) Online. Faktanya, dari tagihan yang dibebankan kepada WP bersangkutan, memang hanya dibayarkan sebagian saja oleh si makelar.

Pihak BP2D lantas melakukan konfirmasi penagihan kepada WP bersangkutan, yang lantas terkejut ketika mengetahui bahwa dana pelunasan pajak reklame mereka telah diselewengkan oleh makelar itu.

Semakin parah dan keterlaluan, karena untuk memuluskan modus dan praktik penyelewengannya tersebut, si oknum juga memalsukan tanda terima, tanda tangan, stempel serta berkas petugas pajak dan pejabat setingkat Kepala Bidang BP2D.

Dari kejadian ini, Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto langsung menyerukan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mempercayakan urusan pembayaran pajak.

“Dan yang lebih penting adalah kesadaran untuk membayar langsung melalui berbagai mekanisme dan kemudahan yang ada seperti melalui e-banking atau online. Tidak perlu melalui perantara alias makelar”, tegas Sam Ade, sapaan akrabnya. (GUM)

Kanal Terkait