SATUKANAL.COM
Ingin Ukir Sejarah, NU - Muhammadiyah Bersepakat Satu Suara di Pilbub Kediri 2020
Foto : Ketua PCNU Kab. Kediri KH Muhammad Makmun
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Ingin Ukir Sejarah, NU – Muhammadiyah Bersepakat Satu Suara di Pilbub Kediri 2020

SATUKANAL, KEDIRI – Kontestasi Politik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020 bisa jadi akan mengukir sejarah baru.

Sejarah bersatunya dua Organisasi Masyarakat (Ormas) Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menentukan figur pilihan yang dianggap tepat memimpin Kabupaten Kediri lima tahun ke depan.

Kabar perihal kesepakatan dua ormas terbesar di Indonesia tersebut dibenarkan Ketua Tanfidiyah Nahdlatul Ulama Kediri KH Muhammad Makmun.

Menurutnya, NU dan Muhammadiyah telah beberapa kali berkomunikasi membahas pemimpin Kabupaten Kediri ke depan.

“Kami punya komitmen kalau ada jago yang layak didukung bersama. Namun prosesnya mungkin akan lebih condong ke NU karena kami yang memiliki basis masa yang besar,”ungkap tokoh yang akrab disapa Gus Makmun tersebut saat ditemui Satukanal.com di rumahnya, Rabu (29/1/2019).

Baca Juga :  Tambah Lagi 16 Orang, Total Positif di Kabupaten Kediri Capai 96 Kasus

Hanya saja, menurut Gus Makmun, hingga saat ini belum ada titik temu terkait siapa figur yang dianggap layak kedua ormas tersebut.

“Kalau nama belum ada, tetapi kita ingin kami berada di satu barisan bersama memajukan Kabupaten Kediri ini. Namun sampai saat ini kita belum pada tahap penajaman untuk siapa yang kita dukung,” ungkapnya.

Ditanyai terkait kemungkinan mengajukan calon di jalur independen, dirinya pun tidak mengelak dan mengatakan ada kemungkinan hal tersebut terjadi. Namun jalan yang akan ditempuh tentu tidaklah mudah.

“Kalau jalur perseorangan kayaknya kami belum berani mengajukan nama. Karena kami ini ormas, untuk masuk di dalam kancah politik praktis harus dihitung benar. Tetapi kemungkinan ikut mendukung calon perseorangan itu ada namun kami akan menghitung betul plus minusnya nanti bagaimana,” tuturnya.

Baca Juga :  Empat Warga Kediri ODP Kluster Pabrik Rokok Dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19

Lebih lanjut, Gus Makmun pun menegaskan bahwa ending dari kesepakatan antar kedua ormas tersebut yakni hanya mendukung salah satu pasangan calon (paslon) saja.

Hal itu dilakukan agar kedua ormas tetap berada di jalurnya untuk menjadi organisasi yang dinamis dan tidak terkontaminasi politik praktis.

“Kami pastinya inginya tidak masuk di politik praktis. Hanya mendukung saja menjadi penjaga gawang agar nanti bisa menjaga irama organisasi kami,” pungkasnya.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait