Ingin Rumah Sakit Darurat di Barat Sungai, Gedung SKB Jadi Pilihan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Screenshot_2021-07-29-12-41-02-32_1c337646f29875672b5a61192b9010f9-64a571cf
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Ingin Rumah Sakit Darurat di Barat Sungai, Gedung SKB Jadi Pilihan

Satukanal.com, Kediri – Tim Medis Kabupaten Kediri menginginkan lokasi Rumah Sakit Darurat Sementara (RSDS) Covid-19 berada di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri.

Alasan lokasi pemilihan RSDS Covid lebih strategis, karena belum adanya rumah sakit besar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di wilayah barat sungai Brantas. Tentu ini mengubah hasil keputusan gelaran rapat koordinasi (Rakor) pemantapan pembentukan RSDS sebelumnya. Kala itu, forum memutuskan RSDS diletakkan di gedung eks Dispertabun, Senin (26/7) lalu.

“Terakhir tim medis yang kita turunkan ke survei lapangan, berkenan untuk dibuatkan RS di barat sungai, gedung SKB,” kata Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana.

Dia juga mengungkapkan tidak akan gegabah dalam penetapan penambahan lokasi RSDS di Kabupaten Kediri. Beberapa faktor seperti anggaran cukup besar ini harus berdampak signifikan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Peternak di Kabupaten Kediri Terima Stimulus Rp2,9 Juta per Orang

Gedung SKB menjadi strategis, karena dinilai masih jauh dari rumah sakit skala besar. Diketahui beberapa rumah sakit skala besar Kabupaten Kediri mayoritas berada di timur sungai, seperti RS SLG dan RSKK.

“Sebenarnya starategisnya ada di barat sungai. Karena tidak ada rumah sakit yang dirasa sebesar SLG ataupun RSKK,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia prihatin dengan kondisi seluruh rumah sakit di Kabupaten Kediri, yang hampir penuh. Yang mengakibatkan beberapa kasus meninggal tidak mendapat ruangan rumah sakit.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Kediri Berlangsung Bulan ini

Sesegera mungkin untuk RSDS beroperasi, sejumlah Nakes dan alat kesehatan disebutkan sudah tersedia. “Saya minta ke Dinkes dan jajaran kepala RS. Dalam 1 – 2 Minggu ini, RSDS sudah harus dipersiapkan segera,” pungkasnya.

Pertimbangan pendirian RSDS ini karena trend jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Kediri yang terus mengalami peningkatan, sedangkan okupansi rumah sakit di Kabupaten Kediri hampir 100 persen. Data Satgas Covid-19  Pemprov Jawa Timur pada 28 Juli 2021, jumlah pasien terpapar positif  di Kabupaten Kediri mencapai 9.607 orang, dengan kasus aktif 1.885, sementara 7.007 orang sudah sembuh, sedangkan 7.007 orang meninggal dunia. (*)

Pewarta : Anis Firmansyah

Editor : Danu Sukendro

 

    Kanal Terkait