Ingin Cairkan Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan? Simak Cara dan Syaratnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ingin Cairkan Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, Simak Cara dan Syaratnya
Website BPJS Ketenagakerjaan (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)
BERITA Kanal Artikel

Ingin Cairkan Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan? Simak Cara dan Syaratnya

Satukanal.com, Nasional – Guna menjamin kesejahteraan masyarakat, pemerintah mengadakan beberapa program di bawah naungan BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut diantarannya:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),
  • Jaminan Kematian,
  • Jaminan Hari Tua (JHT),
  • Jaminan Pensiun. 

Sementara, apabila ingin mencairkan jaminan pensiun, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi. Nah, mari kita lihat apa saja yang perlu diperhatikan, disiapkan, dan dilakukan jika hendak mencairkan dana pensiun. Simak selengkapnya.

Persyaratan mencairkan dana BPJS Pensiun

Pencairan 10 persen dan 30 persen

  • Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun dan peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  • Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  • Fotokopi KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan.
  • Sementara itu, untuk mencairkan saldo JHT 30% hanya perlu menambahkan dokumen perumahan.
Baca Juga :  Terbukti Curang, 225 Peserta SKD CPNS 2021 Didiskualifikasi

Pencairan 100 persen

  • Sudah berhenti bekerja (PHK/resign).
  • Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  • Paklaring (Surat pengalaman bekerja/surat keterangan sudah berhenti bekerja).
  • KTP atau SIM.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Buku Tabungan untuk Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan.
  • Fotokopi minimal sebanyak 1 lembar untuk masing-masing dokumen di atas.
  • Selain itu, sertakan juga pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap.

Prosedur pengajuan pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Pengajuan pencairan offline

  • Mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  • Disarankan untuk datang lebih pagi agar mendapat nomor antrean lebih awal.
  • Datang dengan membawa dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk klaim saldo JHT BPJS.
  • Siapkan dokumen asli dan dokumen fotokopi.
  • Mengisi formulir pengajuan klaim JHT.
  • Kemudian akan mendapat nomor antrean. Silakan menunggu sesuai urutan nomor.
  • Menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun.
  • Ceklis kelengkapan berkas.
  • Panggilan wawancara dan foto.
  • Transfer seluruh saldo JHT ke nomor rekening bank.
Baca Juga :  Tahap Penghentian TV Analog, Warga Miskin Bakal Terima STB Gratis

Pengajuan pencairan online

  • Kunjungi https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
  • Isi formulir pengajuan klaim online.
  • Data dalam formulir pengajuan klaim online yang harus diisi: Nomor E-KTP, Nama lengkap, Tanggal lahir, Nomor KPJ, Alasan klaim, Nomor ponsel, Alamat email.
  • Masukkan kode verifikasi atau PIN yang akan dikirim lewat SMS atau email.
  • Peserta wajib mengunggah dokumen yang diperlukan untuk klaim online.
  • Menunggu konfirmasi BPJS Ketenagakerjaan,
  • Jika klaim disetujui, peserta BPJS Ketenagakerjaan akan menerima notifikasi. Pemberitahuan ini wajib dicetak dan dibawa ke kantor BPJS Ketenagakerjaan yang telah dipilih. Proses transfer saldo dilakukan saat peserta telah sampai kantor BPJS Ketenagakerjaan.

 

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait