Impor Ayam Pedaging dari Brazil, Ancam Peternak Ayam Lokal Gulung Tikar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Impor Ayam Pedaging dari Brazil, Ancam Peternak Ayam Lokal Gulung Tikar
BERITA HIGHLIGHT

Impor Ayam Pedaging dari Brazil, Ancam Peternak Ayam Lokal Gulung Tikar

Satukanal.com, Kediri – Peternak ayam semakin terpuruk, adanya ancaman pembukaan kran importir ayam pedaging dari Brasil. Yang direncanakan didatangkan dalam waktu dekat oleh pemerintah pusat.

Hal ini berpotensi banyaknya peternak ayam gulung tikar, adanya persaingan harga ayam impor lebih murah dibanding ayam lokal. Diketahui, impor ayam pedaging dilakukan dampak dari kekalahan Indonesia dari Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia World Trade Organization (WTO) beberapa tahun lalu.

“Kondisi peternak ayam hari ini. Ibarat peternak ayam khusus boiler mandiri, mati suri. Hidup segan, mati pun tak mau,” kata Arofiq, salah satu peternak ayam Kabupaten Kediri Jawa Timur, Kamis 29 April 2021.

Baca Juga :  Wisata Kediri Belum Dibuka Resmi, Hasil Evaluasi Masih Tataran Uji Coba

Dengan kondisi, tingginya harga Day Old Chick (DOC) dan pakan ayam yang sangat berpengaruh 70 persen pada modal peternak ayam boiler. Ia menjelaskan semakin parah, ditambah kabar datangnya impor ayam pedaging dari Brazil dalam waktu dekat.

Hal tersebut menjadi ancaman bangkrut skala besar bagi seluruh peternak ayam lokal. Dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), dia mengaku kalah jauh bersaing dengan rencana produk impor ayam pedaging asal Brazil.

Dengan harga Rp 19.500 ayam lokal, dibanding Rp 9000 ayam impor Brazil, selisih Rp 10.000 yang dinilai tidak masuk diakal. “Ini sangat menjadi ancaman. Ayam lokal harus bisa menekan HPP. Kalau enggak kita nanti akan terkena Tsunami kebangkrutan,” ucapnya.

Baca Juga :  Uji Coba Pembukaan Pariwisata Milik Pemkab Kediri, Termasuk Gunung Kelud dan Besuki

Dia juga menyampaikan perlu adanya campur tangan pemerintah dalam penanganan ayam impor pedaging ini. Kalaupun terpaksa memang harus impor terjadi, setidaknya ada regulasi terkait segmen penjualan tidak menggangu hasil produk peternak-peternak kecil.

“Pemerintah harus bisa buatkan regulasi, diperuntukkan segmen mana nantinya. Jangan sampai masuk pasar becek (tradisional), sehingga menggangu hasil produksi peternak kecil-kecil seperti kita,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait