Ikan Komet Diburu Pecinta Ikan Hias | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA EKONOMI STRAIGHT NEWS

Ikan Komet Diburu Pecinta Ikan Hias

SATUKANAL.com, KEDIRI – Ikan komet merupakan bagian dari jenis ikan hias yang sedang diburu dipasaran saat ini. Selain keindahan warna dan bentuk, ikan ini bisa didapatkan dengan harga murah.

Hal ini dipandang sebelah mata, ketika suatu keuntungan dilihat hanya dari segi ukuran dan harga.

Ikan Komet ini sangat menguntungkan, meski harga jualnya per ekor hanya Rp300 rupiah. Bentuk ikan Komet ini berukuran kecil. Memiliki ekor panjang melebar dan berwarna putih.

Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, menjadikan ikan Komet sebagai Icon kebanggaan desa. Lebih dari 50 orang, pembudidaya ikan Komet dengan lahan bebeapa hektar.

Surya Wibowo, salah satu pembudidaya didesa Punjul tersebut, mengatakan, penjualan per bulan mampu mencapai diatas 200.000 ekor.

Baca Juga :  Blusukan Ala Calon Bupati Kediri, Sasar Sentra Pengrajin dan Industri

Angka tersebut sangat begitu fantastis untuk jumlah penjualan ikan hias.

Disebutkan penjualan sangat ramai dimasa pandemi ini. Ia mengirim penjualan ikan komet tersebut ke Jakarta, Banyuwangi, Bandung, Malang, Tulungagung, hingga luar pulau.

“Kelebihannya komet harganya murah. Kisaran Rp200 ke Rp300 rupiah, beberapa ukurannya besar hanya Rp1000,” terang Surya kepada Satukanal.com, saat ditemui di lokasi pembudidaya, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, kuantitas itulah yang menjadi keuntungan penjualan tersebut. Terlebih lagi saat ini, ikan hias tidak hanya dicintai sekelompok komunitas. Seiring beragamnya aktifitas didalam rumah, berpengaruh dengan permintaan produksi ikan hias di Kabupaten Kediri.

Untuk omset penjualan, Surya mengaku mengalami peningkatan hingga 75 persen. Perbandingan sebelum pandemi dan sesudahnya, ia mampu mencapai omset penjualan sebanyak 25 hingga 30 juta per bulan.

Baca Juga :  KPU Gelar Simulasi Nasional Sirekap di Kediri

Apalagi didukung perkembangan tekhnologi komunikasi internet, yakni berbagai media sosial. Ia sangat merasa terbantu dengan penjualan tersebut. “Kalau penjualan masih belum ada kendala, apalagi sekarang ada medsos. Kita manfaatkan betul-betul,” ungkapnya.

Namun kendala lain yang mungkin terjadi ialah musim pancaroba saat ini. Ia mengatakan, perubahan cuaca ke musim penghujan ini sangat berpengaruh ke budidaya ikan.

“Pancaroba sangat mempengaruhi, kemungkinan gagal pasti ada, namun seminimal mungkin kegagalan tersebut kita antisipasi. Kita lakukan seperti memaksimalkan perawatan, pakan, dan pengobatan,” ucapnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait