Ibunya Meninggal Karena Covid-19, Tiga Bocah di Jombang Terpaksan Masuk Isoter - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ibunya Meninggal Karena Covid-19, Tiga Bocah di Jombang Terpaksan Masuk Isoter
Tiga bocah yang masuk Isoter, karena ibunya meninggal akibat Covid-19 (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Ibunya Meninggal Karena Covid-19, Tiga Bocah di Jombang Terpaksan Masuk Isoter

Satukanal.com, Jombang – Tiga bocah asal Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang harus menjalani pil pahit kehidupan. Usai ditinggal ibunya meninggal karena Covid-19, mereka tidur di posko Isolasi Terpusat (Isoter) yang berada di SMP Negeri 1 Mojowarno.

BRM (15), AR (12) serta AF (4) sementara waktu diungsikan ke ruang Isoter setelah ibunya meninggal pada hari Minggu (15/8/2021) malam. Lalu, esok harinya pada Senin (16/8/2021) ketiganya dibawa ke Isoter untuk menjalani masa isolasi.

Auladana Zakaria, salah satu petugas jaga rumah sehat mengatakan, ketiganya sempat mengalami gejala batuk, pilek saat pertama kali dibawa ke Isoter. Namun, setelah beberapa hari menjalani isolasi, kondisi ketiganya sudah mulai membaik.

“Sempat bergejala, tapi sekarang sudah mulai membaik,” ucapnya pada wartawan pada Minggu (22/8/2021).

Baca Juga :  PPKM Kabupaten Kediri Turun ke Level 3, PTM Siap Digelar

Lebih jelas, ia menuturkan, ketiganya tinggal berlima di rumah, bersama ibu dan neneknya. Sedangkan, sang ayah tidak tinggal bersama karena sudah cerai dengan sang ibu.

“Saat ini neneknya sedang bersama bude’ nya (tante), sedangkan ketiganya akan tetap berada di Isoter ini,” jelasnya.

Karena hanya tinggal bertiga, adik kakak ini banyak mendapat sorotan. Pasalnya, ketiganya harus tetap bertahan hidup meskipun tanpa kehadiran ibu yang sudah wafat.

Dukungan pun terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa (Pemdes) hingga Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) serta relawan yang memberikan donasi. Mereka pun bersimpati melihat kondisi ketiga anak yang belum beranjak dewasa tersebut.

“Terimakasih banyak pihak yang mendukung karena simpati dengan kondisi yang dialami ketiganya,” tuturnya.

Sementara itu, kaka dari kedua adiknya, BRM mengatakan kondisi mereka sekarang baik, hanya saja saat awal masuk ke ruang isoter adiknya yang paling bungsu belum terbiasa hingga akhirnya rewel.

Baca Juga :  Turunkan Angka Sebaran Covid-19, Pemkab Blitar Beri Perhatian Khusus Bagi Ponpes

“Awal masuk tidak mau mandi, makan karena belum biasa, tapi hari ke hari semakin baik,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa saat dibawa ke isoter pertama kali, memang ada gejala seperti batuk dan pilek. Namun, karena mendapatkan perawatan yang baik, sehingga saat ini kondisinya beserta kedua adiknya sehat.

“Sudah sehat, sempat batuk sama pilek awal masuk isoter,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sudah mulai bergerak untuk memindahkan secara bertahap pasien Isoman ke ruang Isoter yang tersebar di 23 SMP se-wilayah Kabupaten Jombang.

 

Pewarta : Anggit
Editor : Adinda

Kanal Terkait