Ibu yang Sudah Divaksinasi Punya Antibodi Covid-19 Kuat dalam ASInya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ibu yang Sudah Divaksinasi Punya Antibodi Covid-19 Kuat dalam ASInya
Ibu yang sedang menyusui (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel

Ibu yang Sudah Divaksinasi Punya Antibodi Covid-19 Kuat dalam ASInya

Satukanal.com, Nasional- Seorang ibu yang telah sembuh dari Covid-19 dan sudah divaksinasi memiliki tingkat antibodi yang tinggi dalam Air Susu Ibu (ASI)-nya. Hal tersebut diketahui dari studi baru yang dipublikasi di JAMA Pediatrics oleh  para peneliti University of Rochester Medical Center dan New York University.

Dalam studi yang berjudul “Comparison of human milk antibody induction, persistence, and neutralizing capacity in response to SARS-CoV-2 infection versus mRNA vaccination” tersebut menunjukkan bahwa antibodi pada ASI dapat menetralkan virus SARS-CoV-2.

Dalam penelitian tersebut, dari 22 ibu sebagai sebagai sampel, 47 pada kelompok terinfeksi dan 30 lagi pada kelompok vaksin diketahui tingakt antibodi dalam ASI dari waktu ke waktu. Ibu yang memiliki kekebalan yang didapat dari penyakit menghasilkan Antobodi Imunoglobulin A (IgA) tingkat tinggi terhadap virus dalam Asi.

Sementara, kekebalan yang didiapat dari vaksin menghasilkan Antibodi Imunoglobulin G (IgG) yang kuat. Perlu diketahui, Antibodi IgA merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan di dalam tubuh dan terlibat dalam proses terjadinya reaksi alergi.

Di dalam tubuh, antibodi IgA banyak ditemukan di lapisan mukosa (selaput lendir) tubuh, terutama yang melapisi saluran pernapasan dan saluran pencernaan. IgA juga banyak ditemukan pada cairan tubuh, seperti air liur, dahak, air mata, cairan vagina, dan ASI.

Baca Juga :  10 Rumus Excel yang Wajib Dikuasai Para Fresh Graduate, Simak!

Sedangkan Antibodi IgG adalah jenis antibodi yang paling banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Ketika antigen seperti kuman, virus, atau zat kimia tertentu masuk ke dalam tubuh, sel-sel darah putih akan “mengingat” antigen tersebut dan membentuk antibodi IgE untuk melawannya.

Dengan demikian, jika antigen tersebut kembali masuk ke dalam tubuh atau menyerang tubuh Anda, sistem kekebalan tubuh akan mudah mengenalinya dan melakukan perlawanan karena antibodi sudah terbentuk lebih dulu.

Bridget Young, Ph.D, salah satu peneliti dalam studi tersebut juga mengatakan bahwa kedua antibodi itu dapat memberikan netralisasi terhadap virus SARS-CoV-2.

“(Ini) Pertama kalinya bukti tersebut ditemukan untuk antibodi IgA dan IgG,” katanya dalam rilis University of Rochester Medical Center dikutip dari National Geographic Indonesia.

Temuan ini, kata Youn , menarik dimana ASI dari kedua ibu dengan Infeksi Covid-19, dan dari ibu yang menerima vaksinasi mRNA mengandung antibodi aktif yang mampu menetralisir virus. Untuk ibu yang divaksinasi, penelitian ini menemukan bukti penurunan antibodi ringan hingga sedang, rata-rata tiga bulan setelah vaksinasi.

Baca Juga :  Tahun 2022 Upah Minimum Naik 1,09 Persen, Pengusaha Tak Patuh Bakal Dikenai Saksi

“Tren antibodi ASI sejalan dengan apa yang kita lihat dalam serum vaksinasi. Setelah beberapa bulan, tren antibodi menurun, tetapi kadarnya masih jauh di atas tingkat pra-vaksinasi.” kata rekan penulis studi Kirsi Jarvinen-Seppo, Ph.D., M.D., Kepala Divisi Alergi dan Imunologi Anak di University of Rochester Medical Center.

Sebelumnya, studi dari dari University of Rochester Medical Center telah menunjukkan bukti antibodi dalam ASI dari ibu positif Covid-19. Studi lanjutan ini mewakili periode waktu terlama di mana antibodi yang didapat dari penyakit telah diperiksa setelah sakit, dan hasilnya menunjukkan bahwa antibodi ini ada selama tiga bulan setelah infeksi.

Meskipun ada respon antobodi, baik Young maupun Seppo menyebut, belum ditemukan bukti apakah antibodi ASI ini dapat memberikan perlindungan terhadap Covid-19 untuk anak-anak yang dalam fase menyusui. Sehingga, berpengaruh juga pada anak-anak tersebut.

 

 

Pewarta : Adinda

Kanal Terkait