Ibu Hamil Diperbolehkan Vaksin, Ini Syaratnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Akhirnya Dapat Restu! Ibu Hamil Kini Bisa Vaksin, Cek Jenis dan Pahami Persyaratannya
Foto: Pixabay.com
BERITA Kanal Artikel Kanal Straight

Ibu Hamil Diperbolehkan Vaksin, Ini Syaratnya

Satukanal.com, Nasional – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya memperbolehkan vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil. Untuk program itu sudah bisa terlaksana mulai 2 Agustus 2021.

Dalam Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, ibu hamil akan diprioritaskan di daerah dengan tingkat penularan tinggi.

Sementara, penyaluran program vaksinasi bagi ibu hamil ini menggunakan tiga jenis vaksin, yaitu vaksin Covid-19 platform mRNA Pfizer dan Moderna, serta vaksin platform Inactivated virus Sinovac, sesuai ketersediaan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dilansir dari laman Kompas.com mengatakan bahwa, vaksinasi ibu hamil dilakukan karena kasus Covid-19 terhadap ibu hamil meningkat di kota besar dalam keadaan berat (severe case), khususnya ibu hamil dengan kondisi media tertentu.

Diketahui, dalam SE tersebut tertulis, pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil tersebut juga telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Terkait dengan prosedur pelaksanaan vaksinasi pada ibu hamil tak jauh berbeda dari vaksinasi yang biasa dilakukan. Ibu hamil yang sudah memasuki trimester kedua atau usia kehamilan 13 minggu boleh mendapatkan vaksinasi di layanan kesehatan terdekat.

Lalu apakah persyaratan agar ibu hamil bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19? simak ulasan yang telah dirangkum Satukanal.com.

  1. Ibu hamil dengan usia kehamilan trimester 2 (14-28 minggu) dan trimester ketiga (29 sampai dengan aterm).
  2. Ibu hamil yang memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dan dirujuk ke RS.
  3. Ibu hamil yang memiliki gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur akan ditinjau ulang untuk menerima vaksinasi dan dirujuk ke RS.
  4. Jika mempunyai penyakit jantung, asma, DM, penyakit paru, HIV, hipertiroid, ginjal kronik, dan penyakit hati harus dalam kondisi terkontrol.
  5. Jika mengidap penyakit autoimun harus dalam kondisi terkontrol dan dapat persetujuan dokter. 6. Jika memiliki riwayat alergi berat harus mendapatkan pemantauan khusus, apalagi setelah mendapatkan vaksinasi untuk mengantisipasi munculnya efek samping.
  6. Jika memiliki riwayat alergi berat harus mendapatkan pemantauan khusus, apalagi setelah mendapatkan vaksinasi untuk mengantisipasi munculnya efek samping.

Apasaja hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum ibu hamil menerima suntikan dosis vaksin Covid-19?

  1. Pastikan sudah makan dengan nutrisi yang seimbang
  2. Hindari aktivitas berat sebelum divaksin Covid-19
  3. Jaga suhu tubuh tetap normal dan tidak lebih dari 37,5 derajat Celcius
  4. Kontrol tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg
  5. Pastikan tidak memiliki gejala preeklampsia berupa kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg
  6. Jika punya penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, asma, ginjal, hipertiroid, pastikan kondisi penyakit terkontrol dengan baik.

Apasaja hal-hal yang harus dilakukan setelah ibu hamil menerima suntikan vaksin Covid-19?

  1. Tunggu 30 menit setelah vaksinasi untuk melihat reaksi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)
  2. Hindari aktivitas berat setelah vaksinasi
  3. Jika mengalami demam pasca vaksin, ibu hamil boleh mengonsumsi parasetamol
  4. Ibu hamil juga dapat mengompres area suntikan jika merasakan nyeri
  5. Tetap patuhi protokol kesehatan meski telah divaksin.

 

Pewarta : Viska
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait