Ibu Hamil di Mojokerto Mulai di Vaksin - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
CBF48CDD-66C1-47CB-82AF-D8B1FA87EF89-b86c9fd6
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meninjau Vaksinasi Ibu hamil (Istimewa)
BERITA Kanal Straight

Ibu Hamil di Mojokerto Mulai di Vaksin

Satukanal.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menggencarkan vaksinasi kepada masyarakat. Kali ini gilirin ibu hamil memdapatkan dosis vaksin Covid-19.

Pemberian dosis vaksin Covid-19 pertama kepada kali ini digelar di UPT Puskesmas Kecamatan Puri, dengan dipantau langsung oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Jum’at (10/9/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Sujatmiko mengatakan, ibu hamil yang terdata di Kabupaten Mojokerto dilaporkan sebanyak  4.300 orang. Untuk yang menerima di UPT Puskemas puri sebanyak 131 bumil.

“Bumil yang bisa divaksin adalah yang usia kandungannya sekitar 13-33 minggu. Sasaran vaksinasi bumil di Kabupaten Mojokerto, kita targetkan bisa 100 persen atau sekitar 4.300 lebih bumil yang ada. Di UPT Puskesmas Puri pagi ini, vaksin kita berikan pada 131 bumil. Jika masih ada sisa vaksin, boleh ditambahkan sasaran lain,” katanya.

Menurut Sujatmiko, vaksinasi terhadap bumil sangat penting, mengingat risiko kesakitan dan keparahan bisa ditekan apabila sudah tervaksin.

Oleh karena itu, ia berharap ibu hamil mendapat vaksin agar dapat mengurangi angka paparan covid hingga angka kematian.

“Beberapa kasus kematian positif covid, terjadi pada orang yang belum divaksin. Namun, 90 persen orang yang sudah tervaksin, terbukti terlindung dari risiko kesakitan dan tingkat keparahan apabila terkena covid,” kata Sujatmiko.

Sementara, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menjelaskan manfaat besar vaksinasi bagi bumil. Hal ini karena Covid-19, menyerang sistem pernafasan sebagai target utama. Sedangkan, bumil membutuhkan kesehatan yang prima termasuk pernafasan yang bagus untuk proses persalinan nantinya.

“Untuk menghadapi proses persalinan, bumil harus memiliki kondisi kesehatan prima dan pernafasan yang bagus untuk mengejan. Padahal, Covid-19 secara medis diketahui menyerang sistem pernafasan sebagai target utama. Maka dari itu, vaksinasi harus dilakukan untuk menekan risiko tidak diinginkan,” jelas Bupati perempuan pertama Mojokerto itu.

Ikfina menambahkan, bumil tidak termasuk prioritas penerima vaksin. Akan tetapi tetap diberikan dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu, seperti kondisi pemeriksaan kondisi kesehatan.

Misalnya. Ketika bersalin, ada satu proses yang wajib dilewati yakni screnning kesehatan di RS/Puskesmas. Tujuannya bukan untuk mencovidkan, namun untuk mengetahui status kesehatan, agar tidak dicampur dengan yang betul-betul sakit.  Pada saat dilakukan banyak yang terdeteksi positif Covid-19. Sehingga, saat ini bumil dimasukkan sebagai kelompok prioritas penerima vaksin.

“Bumil wajib sehat. Sistem pernafasan juga harus bagus untuk proses persalinan. Vaksinasi ini sangat penting untuk menekan risiko penularan Covid-19, yang menyerang pernafasan. Bahkan untuk para suami bumil yang belum vaksin, harus segera dan wajib vaksin,” pungkasnya.

 

Baca Juga :  Atlet Mojokerto Raih Empat Medali Emas di Ajang Pon Papua

Pewarta: Hermansyah
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait