Hukuman Mati Tak Kunjung Didapat, Ryan Jombang Malah Dianiaya Habib Bahar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hukuman Mati Tak Kunjung Didapat, Ryan Jombang Malah Dianiaya Habib Bahar
Ryan Jombang (Foto: Kumparan)
BERITA Kanal Viral

Hukuman Mati Tak Kunjung Didapat, Ryan Jombang Malah Dianiaya Habib Bahar

Satukanal.com, Nasional – Masih ingat dengan Very Idham Henyansyah atau Ryan, lelaki asal Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang yang melejit namanya karena kasus pembunuhan berantai yang ia lakukan sekitar 12 tahun silam.

Ryan Jombang begitu julukannya, melakukan pembunuhan kejam terhadap 11 korbannya pada 12 Juli 2008 silam, kali ini namanya kembali mencuat di media. Bukan karena kasus pembunuhannya, melainkan perseteruannya dengan Habib Bahar bin Smith.

Ryan sendiri saat ini, ia sedang menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat tengah menjadi korban kasus penganiayaan oleh Habib Bahar bin Smith saat menjalani hukuman kurungan di penjara tersebut.

Dikutip dari Suara.com, hal tersebut dibenarkan oleh Pengacara Ryan, Kasman Sangaji. Ia membenarkan adanya penganiayaan terhadap Ryan Jombang yang dilakukan oleh Bahar bin Smith

Kasman Sangaji menjelaskan, Penganiaan tersebut dipicu persoalan utang piutang. Habib Bahar pernah meminjam uang Ryan senilai Rp 10 juta. Namun, pemuka agama tersebut selalu menghindar saat ditagih dan tak menunjukkan tanda-tanda tidak mau menggembalikannya.

Pada kesempatan itu, kliennya berusaha menegurnya dengan keras. Bukan membaik, keputusan tersebut justru membuat situasi makin rumit.

“Ryan dipinjam uang beberapa bulan lalu untuk kebutuhan di dalam. Hingga suatu hari Ryan ambil paksa uang Rp 10 juta di meja Habib Bahar pada Sabtu 14 Agustus 2021. Kemudian melemparkan uang tersebut ke tong sampah,” ucapnya, Selasa (18/08/2021)

Pada akhirnya, tindakan itu berujung pada penganiayaan terhadap Ryan oleh Habib Bahar sehari setelahnya.

Baca Juga :  PSID Jombang Ditahan Imbang Tim Kampung

Meski demikian, Ryan memilih bungkam lantaran tak mau berurusan dengan pendukung Habib Bahar di Lapas Gunung Sindur.

Sejauh ini, Kasman masih mengumpulkan sejumlah bukti untuk melaporkan Habib Bahar ke pihak berwajib. “Iya, ada (rencana buat lapor ke polisi). Saat ini kami perkuat bukti dulu ya, rencana kita di Mabes Polri. Kami juga tunggu klarifikasi dari pihak lapas untuk sanksi terhadap Habib Bahar,” kata Kasman

Akibat penganiayaan dari Bahar bin Smith itu, Ryan mengalami luka parah; luka lebam, sesak napas, hingga retak tulang iga. Bahkan, saat ini Ryan masih mendapat perawatan intensif dari pihak kesehatan Lapas. “Ryan sekarang dirawat di Klinik Lapas,” ujar Kasman.

Respon Pihak Bahar

Usai terjadi penganiayaan terhadap Ryan Jombang oleh Habib Bahar bin Smith di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Pihak Habib Bahar mengaku sudah berdamai.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar mengatakan, kejadian dugaan penganiayaan tersebut karena adanya salah faham.

“Karena salah paham saja dan sudah damai,” kata Aziz Yanuar, pengacara dari Bahar bin Smith, melalui pesan singkat, Rabu (18/8) malam seperti yang di lansir dari CNNIndonesia.

Terkait dugaan kabar pihak Bahar berutang Rp 10 juta kepada Ryan Jombang yang disebut jadi pemicu pemukulan, Aziz membantah. Pihaknya saat ini masih akan mengecek kebenarannya. “Tidak benar. Habib Bahar banyak duit, ngapain pinjam,” ucap Aziz.

Baca Juga :  Terjerat Kasus Korupsi, Eks Ketua KONI Jombang Divonis 1,5 Tahun Penjara

Aziz mengklaim perkelahian Bahar karena uangnya dicuri. “Habib Bahar uangnya dicuri, lalu terjadi keributan karena pencurian yang dilakukan tersebut. Itu yang terjadi infonya,” kata Aziz.

Bahar bin Smith saat ini ditahan atas kasus penganiayaan terhadap dua remaja dengan vonis tiga tahun penjara. Selain itu, dia juga divonis tiga bulan penjara atas penganiayaan sopir taksi online.

Ironi Ryan Tak Kunjung di Eksekusi Mati.

Sebagai Informasi, atas pembunuhan berantai yang dilakukan, Ryan sendiri mendapatkan hukuman mati. Namun, hingga sekarang hukuman tersebut belum dilaksanakan. Dikutip dari Detik.com, Kabag Humas dan Publikasi Ditjen Pas, Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti, ia menyebut eksekusi mati terhadap Ryan adalah kewenangan Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kalau masalah eksekusi kita ngikutin dari Kejaksaan Agung, karena kewenangan untuk eksekusi bukan ada di kita, ada di Kejaksaan Agung. Kalau kita hanya melaksanakan saja. Eksekusi kapan? Kita laksanakan, gitu,” jelas Rika kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Lebih lanjut, Ryan masih punya hak untuk mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo. Untuk penempatan Ryan di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, dikatakannya sudah sesuai aturan.

“Saya masih cek nih masalah PK-nya, tapi yang pasti dia masih punya hak untuk grasi. Dan penempatan di lapas itu masih sesuai, karena hukuman mati itu ada di beberapa lapas,” pungkasnya.

 

Pewarta: Anggit Puji
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait