Hujan Tiap Hari, Tak Khawatirkan Pembibit Jeruk - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hujan Tiap Hari, Tak Khawatirkan Pembibit Jeruk
Pembibit jeruk yang sedang melakukan penyiraman (Foto: Wildan Agta/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Hujan Tiap Hari, Tak Khawatirkan Pembibit Jeruk

Satukanal.com, Batu Meski telah memasuki pergantian musim dari hujan ke musim kemarau, hujan masih sering datang di tiap harinya. Para pembibit jeruk tak khawatirkan akan hal itu, karena Mereka merasa biasa saja dengan kondisi alam yang sedang terjadi.

Namun, musim hujan yang kerap terjadi membuat para petani buah lainnya mengeluh. Sulitnya penanaman dan perawatan yang dilakukan menyebabkan biaya juga tenaga yang dikeluarkan lebih ekstra.

“Karena jeruk lebih gampang untuk dibudidayakan di musim hujan ketimbang tanaman lain. Alasannya selain batang, bentuk daunnya juga lebih tebal. Otomatis kalau terkena hujan deras dia tidak gampang rontok,” papar Ketua Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Punten, Kusnan.

Baca Juga :  Salut! Aksi Relawan Kediri Bantu Pemulasaraan Jenazah dan Bagi Peti Gratis

Permintaan bibit jeruk kini dinilainya masih tinggi. Pemenuhan kebutuhan penjagaan imun tubuh di tengah mewabahnya pandemi menjadi alasan. “Semoga selalu ada terobosan baru, demi bisa lebih lagi mensejahtrakan seluruh petani jeruk,” jelasnya.

Pernyataan itu juga dibenarkan oleh salah satu petani di Desa Gunungsari Kecamatan, Bumiaji, Sukesih Hastini. Menurutnya, musim hujan yang sedang melanda, menjadi angin segar bagi para petani bibit jeruk.

Mereka tidak perlu lagi repot melakukan penyiraman yang biasa dilakukan setiap harinya. Dengan hujan yang datang, sudah sangat mencukupi kebutuhan air bibit. “Hujan tidak berpengaruh jelek. Malah sangat membantu untuk penyiraman,” katanya.

Baca Juga :  Bundaran Waru Diblokade, Banyak Warga Terpaksa Bolos Kerja

Penjualan bibit jeruk kini masih sangat ramai. Dalam seminggu, ia bisa menjual seribu batang bibit. Dengan permintaan terbesar meliputi hingga Banyuwangi dan Jember. Harga perbatangnya berkisar dari Rp 8 sampai 10 ribu.

Sukesih juga menjelaskan bahwa, daya tahan tanaman jeruk lebih baik dari pada tanaman lain. Sebagai contoh, batang jeruk lebih kokoh dari pada batang tanaman buah lain. Seperti stroberi dan anggur. “Semoga pandemi segera menghilang. Kasihan orang-orang yang terkena imbas,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta
Editor :Redaksi Satukanal

Kanal Terkait