Hujan dan Angin Kencang Diprediksi Masih akan Terjadi di Kabupaten Kediri | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
P_20191202_083145_vHDR_On-940x640
ISU PILIHAN

Hujan dan Angin Kencang Diprediksi Masih akan Terjadi di Kabupaten Kediri

SATUKANAL, KEDIRI – Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih terus terjadi di wilayah Kediri hingga awal tahun 2020 mendatang.

Wargapun dihimbau untuk tetap waspada bila terjadi hujan lebih dari 30 menit.

Randy Aghata, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penangnggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengatakan, intensitas hujan disertai petir masih akan terus melanda Kediri.

Sedangkan untuk puncak musim hujan diprediksi masih akan terus berlanjut hingga Februari – Maret 2020.

“Jadi potensi hujan lebat hingga angin kencang masih akan terus berlanjut sampai bulan Februari – Maret. Perihal ini sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” terangnya, Minggu (29/12/2019).

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai saat terjadi hujan lebat dan angin kencang. Terutama jika terjadi antara 30 menit hingga 1 jam, sebab, hujan lebat dengan durasi lama dapat memicu terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang.

“Apalagi jika melihat kondisi geografis Kabupaten Kediri yang beberapa wilayah termasuk rawan tanah longsor atau rawan bencana,” ujar dia.

Namun demikian, Randy mengingatkan agar masyarakat untuk tidak panik dan terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas.

Ia mengimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.

Pihaknya juga akan terus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya.

“Nanti secara berkala untuk update prediksi cuaca terutama jika ada prediksi terjadi cuaca ektrim,” tuturnya.

Bencana hujan disertai angin kencang juga sempat memporak-porandakan Kediri, terhitung ada beberapa kali kejadian besar sempat melanda Kediri beberapa hari terakhir.

Hasilnya, rumah penduduk terkena imbasnya akibat tertimpa pohon ambruk yang disebabkan oleh terjangan angin kencang.

Aakibat bencana alam angin kencang tersebut dirinya mencatat ada 18 rumah hingga fasilitas umum (Fasum) alami kerusakan baik dalam kategori rusak ringan hingga rusak berat.

“Sebagai rinciannya untuk rumah dalam kondisi rusak berat ada 3, rusak ringan ada 9 dan sedangkan untuk fasilatas umum seperti tempat ibadah atau masjid ada 2 tempat yang alami kerusakan dan terakhir 1 bagunan sekolah juga alami kerusakan berat.” pungkasnya.

    Kanal Terkait