Hotel Di Malang Terapkan Ganjil Genap Bagi Wisatawan Yang Menginap Saat Libur Panjang | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hotel Di Malang Terapkan Ganjil Genap Bagi Wisatawan Yang Menginap Saat Libur Panjang
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Hotel Di Malang Terapkan Ganjil Genap Bagi Wisatawan Yang Menginap Saat Libur Panjang

SATUKANAL.com, MALANG– Sejumlah destinasi wisata di Indonesia termasuk Kota Malang kemungkinan akan dipenuhi oleh para wisatawan pada libur panjang akhir tahun.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi agar klaster wisatawan tidak terjadi di sana.

“Nataru tidak boleh ada keramaian. Tahun baruan tidak ramai-ramai. Kembang api tidak ada dulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, seluruh tempat wisata masih mematuhi protokol kesehatan CHSE termasuk mewajibkan wisatawan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19 di Pergantian Tahun, Kota Malang Kembali Berlakukan Jam Malam

Ida menuturkan, saat ini wisatawan dari daerah mana pun bisa liburan ke Kota Malang yang penting mereka patuh dengan protokol kesehatan yang diterapkan.

Sedangkan untuk hotel di Kota Malang, Ida mengatakan bahwa sebagian besar saat ini sudah mengantongi sertifikat CHSE karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Hotel-hotel tersebut juga telah ditandai dengan stiker yang menyatakan bahwa penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan di sana.

Selain itu, hotel-hotel di Kota Malang juga menambahka konsep ganjil genap untuk pemesanan kamar hotel agar lebih aman.

Baca Juga :  Tingkatkan Kreativitas Masyarakat, Bupati Malang Buka Pameran Virtual Expo Produk Usaha Mikro Kabupaten Malang Tahun 2020

Dikatakan bahwa kamar yang baru dipakai di hari itu diistirahatkan dulu sehari. Kemudian, Jika ada tamu yang akan menginap maka keesokan harinya baru akan dihuni oleh tamu tersebut.

“Misal kamar hotel ada 50, jadi yang boleh diisi separuhnya. Kalau hari ini kamar nomor satu dipakai, kamar nomor dua tidak boleh dipakai, lalu amar nomor tiga boleh dipakai,” jelas Ida.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

 

Kanal Terkait