Hindari Kasus Kematian Saat Isoman, Warga Jombang Diimbau Ikut Isoter - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Mulai Tahun 2021 Ini, Kemensos RI Hentikan Santunan Kematian Akibat Covid-19
Nakes menguburkan jenazah covid (Istimewa)
BERITA Kanal Straight

Hindari Kasus Kematian Saat Isoman, Warga Jombang Diimbau Ikut Isoter

Satukanal.com, Jombang – Jumlah kasus meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di Kabupaten Jombang masih terus tinggi. Menanggapi hal itu Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran menyarankan warga yang mengalami gejala untuk melakukan isolasi terpusat (isoter) yang disediakan pemerintah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jombang per hari Kamis (29/7) sebanyak 935 menjalani isolasi mandiri dan sebanyak 641 menjalani perawatan di rumah sakit. Dari awal tahun hingga hari ini jumlah warga yang meninggal saat isoman di rumah sudah mencapai 47 orang.

“Artinya itu semua ada gejala klinisnya, sehingga mereka harus diawasi dari segi kesehatan. Bukan hanya diawasi dengan kepatuhan protokol kesehatan saja. Namun, diawasi dan diobati,” ucapnya pada Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga :  PTM di Jombang Bergulir Kembali, Pendidikan Karakter Jadi Unsur Utama Awal Sekolah

Menurutdr Puji, lsoman harus mulai direduksi, sehingga kebijakan pemerintah untuk mengubah kebijakan isoman menjadi isoter ini merupakan langkah yang luar biasa.

Karena masyarakat yang bergejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) itu tidak statis. Artinya orang terpapar Covid-19 tidak selamanya berstatus OTG atau OTG selamanya.

Fungsi dari pengawasan sejak dini menurut dia perlu dilakukan agar para OTG bisa mendapatkan perawatan sejak dini. juga untuk menghindari terjadinya kondisi yang semakin melemah.

Baca Juga :  Ratusan Nakes di Jombang yang Terpapar Covid-19 Sudah Pulih Total

“Masyarakat tidak usah khawatir atau takut untuk isoter. Semua sudah dijamin oleh pemerintah setempat. Jangan memaksakan diri untuk isoman kemudian ketika sudah parah baru dilarikan ke rumah sakit. Resikonya akan semakin tinggi bisa jadi nyawa taruhannya,” ungkapnya.

Dengan adanya isoter ini, pihaknya berharap masyarakat yang terdampak Covid-19 atau ada gejala segera masuk ke rumah sehat atau tempat isoter yang disediakan oleh pemerintah setempat. “Disana nanti akan awasi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas dan akan diobati,” ujarnya.

 

 

Pewarta: Anggit Puji
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait