SATUKANAL.COM
Hasil Survey ASTI Soal Calon Bupati Kediri Tuai Protes
ASTI merilis hasil survey bakal calon bupati Kediri. (Foto: istimewa)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Hasil Survei ASTI Soal Calon Bupati Kediri Tuai Protes

SATUKANAL, KEDIRI – Hasil survei lembaga Akurat Survey Terukur Indonesia (ASTI) soal elektabilitas bakal calon bupati Kediri yang disampaikan Manager Operasional ASTI Baehaki Sirajd di Hotel Front One In, Rabu (12/2/2020) menuai polemik.

Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri turut angkat bicara.

ASTI dinilai telah melanggar aturan KPU karena belum mendaftarkan lembaganya ke KPU Kabupaten Kediri.

Terlebih, ASTI seakan pilih-pilih bakal calon bupati (bacabup) yang disurvey.

Sebabnya, ASTI hanya menyurvey delapan tokoh yang ditengarai paling populer, yaitu Masykuri (80,30%) disusul Sukma Sahadewa (76,60%), Mujahid (72,70%), Insaf Budi Wibowo (66,80%), Ridwan (58,40%), Hanindhito Pramana (53,70%), Hj. Yekti Murih Wiyati (48,80%), dan Eko Ediyono (46,50%).

Padahal banyak tokoh selain yang disebutkan ASTI yang layak maju sebagai calon Bupati Kediri.

Bahkan, nama Supadi yang sudah mengikuti uji oublik di internal Partai Gerindra tak turut disurvey.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Bakal Gandeng Nasdem di Pilbup Kediri?

Pun nama Hanindhito Pramana yang tergolong baru dibandingkan nama bacabup lain.

“Sayang di Kabupaten Kediri belum ada lembaga survey yang melakukan kegiatan sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan KPU RI. Padahal KPU jauh-jauh hari sudah membikin aturan tentang lembaga survey jajak pendapat, pemantau dan juga hitung cepat,” sesal Nanang Qosim, komisioner KPU Kabupaten Kediri divisi Parmas, Kamis (13/2/2020).

Menanggapi hasil survey yang dirilis ASTI, Nanang juga menyesalkan,

“Lembaga yang kemarin melakukan rilis hasil survey, belum mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan KPU RI dan KPU Kabupaten Kediri.”

Menurut Nanang, selama ini pihaknya belum pernah menerima laporan, konfirmasi, atau register lembaga yang melakukan survey, jajak pendapat, hitung cepat atau pemantauan Pemilihan Bupati Wakil Bupati Kediri 2020 sebagaimana regulasi yang ditetapkan KPU RI, termasuk dari ASTI yang telah merilis hasil surveynya.

Baca Juga :  Beasiswa Bidikmisi Diganti KIP Kuliah, Pendaftaran Diawali Awal Maret

Sementara Imam Subawi, Aktivis Demokrasi Kediri mengatakan, di beberapa kelompok survey yang hasilnya tidak dipublikasikan, muncul nama-nama seperti Mudawamah, Lilik Nur Cholidah, Rahmad Mahmudi dan Supadi.

Nama Erjik Bintoro, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri, juga muncul meski kecil, tapi di hasil survey ASTI nama-nama tersebut tidak muncul sama sekali.

“Biasanya meski angka berbeda, nama-nama serupa biasanya akan muncul juga. Tapi itu urusannya ASTI-lah, wong kita juga gak tahu kok,” ujar Imam Subawi yang mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kediri itu.

Menurut Imam, saat ini sebenarnya belum boleh menjustifikasi kebenaran atau kesalahan hasil survey.

“Tapi survey yang benar dengan teori yang benar, pelaksanaan benar, In sya Allah hasilnya mendekati benar,” tukasnya.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait