Harmoko, Mantan Menteri Penerangan Asal Nganjuk Tutup Usia - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Harmoko, Mantan Menteri Penerangan Asal Nganjuk Tutup Usia
Sosok Harmoko, Menteri Penerangan Era orba (Foto: Istimewa)
BERITA Kanal Figur

Harmoko, Mantan Menteri Penerangan Asal Nganjuk Tutup Usia

Satukanal.com, Nasional – Mantan Menteri Penerangan era Orde Baru Harmoko dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021). Sosok yang dikenal dengan kalimat khasnya “atas petunjuk bapak presiden” ini meninggal di RSPAD Gatot Soebroto.

Kabar meninggalnya Harmoko juga disampaikan oleh Ananda Sukarlan komposer dan pianis nasional melalui akun Twitternya @anandasukarlan.

“Telah meninggal dunia Bpk H Harmoko bin Asmoroprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20.22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, beliau adalah Mantan Menteri Penerangan zaman Soeharto. Rest in Peace, Bapak Peace, Bapak,” tulis Ananda Sukarlan.

Biografi Harmoko

Dikutip dari Wikipedia.id, Mantan Menteri Penerangan ini lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 7 Februari 1939.

Sebelum menjadi Menteri Penerangan, Harmoko menjajaki karir sebagai Wartawan dan Kartunis di Harian Merdeka, Majalah Merdeka dan Harian Angkatan Bersenjata.

Baca Juga :  Tahun 2022 Pemerintah Perbanyak Rekrutmen PPPK, CPNS Sesuai Kebutuhan

Karirnya semakin menanjak kala ia menjadi wartawan di harian API, saat itu ia dipercaya sebagai pimpinan redaksi surat kabar berbahasa Jawa, Merdiko.

Di tahun 1966 hingga 1968, ia menjadi penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Ia juga sempat menjadi Ketua Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Tepatnya pada 16 april 1970, Harmoko bersama rekan-rekannya mendirikan Harian Pos Kota. Lewat kepemimpinanya, oplah Post Kota meningkat dibawah komando Harmoko hingga mencapai 200.000 eksemplar di tahun 1983.

Rekam jejak Harmoko dilirik oleh Presiden soeharto hingga akhirnya menjabat sebagai Menteri penerangan RI selama 14 tahun sejak 1983.

Selama menjabat sebagai Menteri, dapat dikatakan Harmoko menjadi salah satu orang kepercayaan ke-2 Presiden Soeharto.

Baca Juga :  52 KA Lokal di Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi

Harmoko dianggap mampu menerjemahkan gagasan-gagasan Soeharto kala itu. Bahkan, Ia juga pencetus ide Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa) yang berfungsi untuk menyampaikan informasi dari pemerintah ke publik.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga sosok dibalik pembredelan Tempo, DeTik, dan Editor dengan tujuan demi kestabilan pemerintahan.

Setelah tumbangnya Orde Baru (orba) dan lahirnya era reformasi, nama Harmoko tak muncul lagi dalam aktivitas politik. Meski begitu, ia tidak meninggalkan dunia tulis menulis. Sesekali Harmoko menulis di kolom Ngopi Pos Kota.

Sayangnya, kesehatan Harmoko mengalami penurunan kesehatan karena kerusakan saraf motorik otak belakang. Ia harus berjuang untuk memulihkan kesehatannya yang memasuki usianya ke 77. Hingga akhirnya ia tutup usia.

 

 

Penulis : Adinda
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait