Hari Toleransi Internasional, Perayaan Keberagaman Dan Toleransi Dalam Wujud Nyata | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
religious-4838911_640-8d05438f
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Hari Toleransi Internasional, Perayaan Keberagaman Dan Toleransi Dalam Wujud Nyata

SATUKANAL.com, INTERNASIONAL – Tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional. Peringatan Hari Toleransi Internasional telah dideklarasikan oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 1995. Pada tahun tersebut juga bertepatan pada ulang tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke 50 tahun.

Negara Anggota UNESCO mengadopsi Deklarasi Prinsip Toleransi. Antara lain, Deklarasi tersebut menegaskan bahwa toleransi adalah penghormatan dan penghargaan terhadap keragaman budaya dunia, bentuk ekspresi, dan cara kita menjadi manusia. Deklarasi tersebut menggolongkan toleransi tidak hanya sebagai kewajiban moral, tetapi juga sebagai persyaratan politik dan hukum bagi individu, kelompok dan Negara.

Sehingga hal tersebut menekankan bahwa Negara harus menyusun undang-undang baru, bila diperlukan untuk memastikan kesetaraan perlakuan dan kesempatan bagi semua kelompok dan individu dalam masyarakat.

toleranceday.org menuliskan, inti peringatan Hari Toleransi Internasional adalah untuk merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata, dan untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang pendapat bagi satu sama lain.

Baca Juga :  Peringatan Hari Anak Sedunia: Membayangkan Masa Depan Yang Lebih Baik Untuk Setiap Anak

Seperti disampaikan UNESCO, pendidikan toleransi harus bertujuan melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan orang lain, serta harus membantu generasi muda mengembangkan kapasitas untuk penilaian independen, pemikiran kritis dan penalaran etis.

Pihak UNESCO mengatakan bahwa, “Keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis di dunia kita bukanlah dalih untuk konflik, tetapi merupakan harta yang memperkaya umat manusia”.

Dikutip dari laman resmi PBB, intoleransi bisa dilawan dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Hukum: Pemerintah bertanggung jawab untuk menegakkan hukum yang berlandaskan hak asasi manusia, untuk melarang dan menghukum penyebaran kebencian dan diskriminasi, serta untuk memastikan akses yang sama dalam penyelesaian sengketa.
  2. Pendidikan: Hukum diperlukan tetapi tidak cukup untuk melawan intoleransi, penekanan yang lebih besar perlu ditempatkan pada pendidikan yang lebih banyak dan lebih baik.
  3. Akses informasi: Cara paling efisien untuk membatasi pengaruh para penyebar kebencian adalah dengan mempromosikan kebebasan pers dan pluralisme pers, agar publik dapat membedakan antara fakta dan opini.
  4. Kesadaran individu: Intoleransi akan melahirkan intoleransi lainnya. Untuk melawan intoleransi, individu harus menyadari hubungan antara perilaku mereka dan lingkaran setan ketidakpercayaan dan kekerasan dalam masyarakat.
  5. Kepekaan sosial: Ketika dihadapkan pada eskalasi intoleransi yang terjadi di sekitarnya, masyarakat tidak boleh menunggu pemerintah dan institusi untuk mengambil tindakan. Masyarakat adalah bagian dari solusi melawan intoleransi.
Baca Juga :  DPRD Kota Mojokerto Inisiasi Perda Toleransi dan Trantibum Limas di Hari Toleransi Internasional

Pesan kuat yang ingin disampaikan United Nations (PBB) dalam Hari Toleransi Sedunia ini adalah “People are not born to hate. Intolerance is learned and so can be prevented and unlearned.” (Orang tidak dilahirkan untuk membenci. Intoleransi dipelajari sehingga dapat dicegah dan dihilangkan).

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait