Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Bagaimana di Indonesia? | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Bagaimana di Indonesia
BERITA EKONOMI HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Bagaimana di Indonesia?

SATUKANAL.com , NASIONAL – Hari pengentasan kemiskinan internasional (International Day for the Eradication of Poverty) diperingati setiap pada tanggal 17 Oktober.

Berbagai organisasi dunia menggaungkan permasalahan ini setiap tahun, terutama United Nation. Terus, bagaimana tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2020?

Dalam laman United Nation pada 2020 International Day for the Eradication of Poverty, dalam tahun ini mengangkat Tema: “Bertindak bersama untuk mencapai keadilan sosial dan lingkungan untuk semua”.

Dikatakan konteks kemiskinan menjadi hal yang multidimensi, pada dasarnya tidak akan terlepas dari kedua hal saling berkaitan dan tak terpisahkan. Keadilan sosial tidak dapat sepenuhnya diwujudkan, tanpa secara agresif memperbaiki ketidak adilan lingkungan pada saat yang bersamaan.

Faktor tingginya tingkat kemiskinan juga disebutkan untuk ditanggulangi bersama. Salah satu penyebabnya bukan hanya kebutuhan semata, namun ketegasan, kesadaran, dan tanggapan terkait kemiskinan juga berkaitan. Serta pengaruh lainnya adalah faktor perubahan iklim dan tantangan lingkungan ke depan.

Pada tahun 2020 ini, seluruh negara dunia dihadapkan oleh tantangan besar lingkungan yakni ancaman virus pandemi Covid-19. Hingga saat inipun virus tersebut masih belum hilang dan menjadi ancaman kemiskinan, tak terkecuali di Indonesia.

Baca Juga :  3 Kabar Baik di Tengah Rentetan Bencana 2021

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) profil kemiskinan di Indonesia  No.56/07/Th.XXIII, 15 Juli 2020, dikatakan faktor yang berpengaruh paling signifikan terkait kemiskinan ialah Pandemi Virus Covid-19.

Selain faktor utama tersebut, dikatakan pengaruh lainnya ialah Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga pada PDB yang melambat, terpuruknya sektor Pariwisata.

Serta dilanjutkan faktor lainnya seperti, kenaikan harga eceran beberapa komoditas pokok, persentase penduduk hampir miskin, dan penduduk hampir miskin sektor informal.

Pandemi Covid

Dari faktor Pandemi covid-19 ini berdampak pada masyarakat terkait perubahan perilaku, aktivitas ekonomi, dan pendapatan penduduk. Sehingga dimungkinkan untuk penambahan orang miskin baru.

Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga pada PDB yang melambat

Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada Kuartal I 2020 hanya tumbuh 2,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yakni sebesar 5,02%.

Sektor Pariwisata Terpuruk

Sejumlah kunjungan wisman ke Indonesia Maret 2020, mengalami penurunan sebesar 64,11persen dibandingkan Maret 2019. Meskipun pemerintah secara resmi mengumumkan kasus Covid-19 pada Maret 2020, namun sektor pariwisata dan pendukungnya sudah mulai terdampak sejak bulan Februari 2020.

Baca Juga :  Berstatus Zona Merah, Pertanda Bahaya Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri

Kenaikan Harga Eceran Beberapa Komoditas Pokok

Pada periode September 2019 – Maret 2020, secara nasional harga eceran
beberapa komoditas pokok antara lain beras, daging ayam ras, minyak
goreng, telur ayam ras, dan gula pasir mengalami kenaikan.

Persentase Penduduk Hampir Miskin

Persentase penduduk hampir miskin pada Maret 2019 secara nasional, mencapai 7,45 persen atau sekitar 19,91 juta orang. Persebaran Jumlah Penduduk Hampir Miskin Maret 2019 berdasarkan Pulau (Juta), yakni Jawa-Bali (11,01), Sumatera (4,93), Sulawesi (1,34), Kalimantan (1,14), Nusa Tenggara (0,92), Maluku-Papua (0,57).

Penduduk Hampir Miskin di Sektor Informal

Jumlah penduduk hampir miskin pada Maret 2019 yang bekerja di sektor informal mencapai 12,15 juta orang (61,03 persen).

Dalam data BPS tersebut juga diungkapkan, peningkatan prosentase garis kemiskinan periode September 2019-Maret 202, sebesar 3,20 persen dari periode sebelumnya. Besaran tersebut yakni dari Rp440.538 kapita per bulan pada September 2019, menjadi Rp454.652 kapita per bulan pada Maret 2020.

Kanal Terkait