Hari Musik Nasional Dan Satu Tahun Pandemi Covid-19 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hari Musik Nasional Dan Satu Tahun Pandemi Covid-19
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Hari Musik Nasional Dan Satu Tahun Pandemi Covid-19

SATUKANAL.com, NASIONAL– Tanggal 9 Maret 2021 akan merupakan Hari Musik Nasional yang akan dikenang oleh para musisi Indonesia. Ketetapan Hari Musik Itu berdasarkan Keppres No. 10 Tahun 2013 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tahun ini, perayaan hari Musik Nasional berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bila biasanya, para musisi nasional merayakannya dengan suka cita dan harapan akan industri musik, kali ini para pekerja dan penggiat musik harus merenungi industri musik di satu tahun pandemi.

Setelah diumumkan sebagai kasus nasional pada 2 Maret 2020 lalu, pertunjukan musik menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Virus Covid-19 membuat konser serta pertunjukkan live harus dihentikan, karena dapat menimbulkan kerumunan yang ditakutkan akan menambah penyebarannya.

Dari tahun 2020 hingga sekarang, festival musik berskala besar terakhir yang diadakan yakni Jakarta Internasional Java jazz 2020 yang berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020. Sedangkan, festival atau konser lain yang telah dijadwalkan terpaksa harus mundur bahkan batal.

Seperti halnya dengan Head in the Clouds Jakarta yang seharusnya berlangsung pada 7 Maret 2020 menjadi festival pertama yang batal diadakan setelah kasus pertama Corona diumumkan. Selebihnya, soundrenaline tidak diadakan serta Hammersonic yang mengalami beberapa kali perubahan.

Keadaan tersebut tentu membawa dampak besar bagi mereka. Apalagi para pemusik atau musisi rata-rata bergantung pada pendapatan manggung setiap harinya. Mereka yang secara tidak langsung juga sebagai pekerja harian yang dibayar per proyek kerja tentu mengalami pukulan berat yang harus dihadapi. Belum lagi dengan para kru band atau penyanyi juga banyak yang harus dirumahkan.

Baca Juga :  Diet Pegan, Salah Satu Pilihan Diet yang Tren di 2021

Meski demikian, banyak yang menyiasatinya dengan melakukan pertunjukkan secara virtual selama pandemi berlangsung. Mereka akan menampilkan performanya dengan alat mereka yang ada di rumah dengan sound dan direkam dengan kamera seadanya.

Beberapa musisi menyebut platform Youtube biasa dimanfaatkan untuk menanyangkan pertunjukan virtual yang mereka adakan. Ari lasso dalam misalnya, ia menyebut bahwa konser virtual dapat membantu para musisi agar tidak mematikan karya mereka, ungkapnya dalam channel Youtube miliknya.

Kemudian, seiring pandemi Covid-19 yang seakan tak kunjung selesai, diciptakanlah platform streaming konser virtual berbayar dengan penampilan yang lebih baik. Proses produksinya direkam secara lebih mumpuni dengan studi musik yang bagus, tim produksi serta protokol kesehatan yang diterapkan dengan ketat.

Salah satu band yang menggunakan format ini adalah Noah dengan teknologi unreal engine yang biasanya digunakan untuk membuat game dan virtual reality. Konser ini juga menggunakan kamera 360 selam berlangsung.

Terobosan lain para musisi nasional yaitu dengan mengadaakan konser drive in. Konser model ini sempat diadakan oleh Kahitna di Jakarta, di mana Armand Maulana dan Afgan sebagai bintang tamunya. Konser serupa juga diadakan band Kotak dan Jikustik di Yogyakarta.

Lalu, ada pula band Dewa 19 yang juga mengadakan konser virtual lewat channel Youtubenya. Band yang digawangi oleh Ahmad Dhani dengan MC,  Ghofar Hilman ini bahkan tak segan penggalangan dana agar bisa mendatangkan vokalis legendaris mereka lainnya yang disebut lebih mahal.

Baca Juga :  Perhatikan Formasi Sekolah Kedinasan 2021, Manakah Yang Berpeluang Besar?

Hanya saja, semua sepakat bahwa solusi paling tepat untuk kembali menghidupkan industri musik nasional dengan mengakhiri virus Corona. Namun, hal ini tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Satu tahun pandemi Covid-19 berlalu, kondisinya seakan tak kunjung membaik.

Pengetatan wilayah seringkali tiba-tiba diadakan dan membuat aktivitas sehari-hari juga terbatas. Sejumlah daerah bahkan mempunyai daftar kebijakan yang sangat ketat, sehingga membuat roda perekonomian melemah, sepeti di sektor musik.

Walau begitu, kreativitas musisi tidak lantas tergerus. Sejumlah karya menarik justru hadir. Misalnya, Petra Sihombing yang merilis album dengan tema Semenjak Internet atau Nadin Amizah mengeluarkan album berjudul Selamat Ulang tahun.

Ada juga White Soes & The Couples Company yang merilis album 2020 berisikan 11 lagu. Bahkan, band ini tidak merilis albumnya di platform streaming. Mereka hanya memperjualbelikan rilisan fisknya dalam kemasan istimewa bersama sebuah buka foto serta CD dari B-Sides track.

Itulah gambaran bagaimana para musisi dan penyanyi nasional berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang berlangsung selama setahun. Karya-karya mereka tak putus di tengah keterbatasan yang terjadi. Bahkan, banyak dari mereka yang melakukan kreativitas dan inovasi guna menyiasati kondisi saat ini.

 

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait