Penutupan Bundaran Waru, Pekerja Kesehatan dan Sektor Esensial Boleh Melintas - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Penutupan Bundaran Waru Hari Kedua, Tak Tampak Kemacetan Kendaraan
Suasana Bundaran Waru, Kamis tanggal 8 Juli 2021 (Foto: istimewa)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Penutupan Bundaran Waru, Pekerja Kesehatan dan Sektor Esensial Boleh Melintas

Satukanal.com, Surabaya– Kondisi di seputaran Bundaran Waru Surabaya cenderung kondusif pada hari kedua penutupan, pada Kamis (09/07/2021). Tak tampak antrean ataupun kemacetan yang panjang seperti sebelumnya. Petugas masih tampak berjaga di sektar Bundaran Waru untuk memastikan tidak ada pengendara yang menerobosnya.

Sebelumnya, penutupan Bundaran Waru pada hari pertama sempat menuai protes. Warga kecewa dengan adanya penutupan akses jalan karena mengakibatkan mereka bolos kerja ataupun menghalangi aktivitas ekonomi.

Pada penutupan hari kedua ada spanduk yang terbentang di depan water brier berisi keterangan pengecualian kendaraan apa saja yang diizinkan masuk. Disebutkan bahwa sejumlah pengendara seperti pekerja kesehatan, pekerja sektor esensial dan kritikal dapat melintas Bundaran Waru tanpa harus putar balik. “PKM Darurat Surabaya. Khusus petugas medis dan angkutan medis dapat melintas. Sektor esensial dan kritikal masuk Kota Surabaya,” tulis keterangan spanduk yang dipasang, Kamis (08/07/2021).

Baca Juga :  PPKM di Kabupaten Kediri Diperpanjang Sampai 25 Juli

Seperti halnya dengan tenaga kesehatan (nakes) yang kemarin sempat kesulitan masuk ke Surabya, kini sudah bisa masuk dengan mudah. Mereka hanya tinggal menunjukkan identitas yang dipunyai.

Sedangkan untuk kendaraan biasa ataupun masyarakat umum yang hendak melintas, tetap tidak diperbolehkan. Sebagai gantinya, mereka harus berputar melewati tiga jalur alternatif. Sebagai informasi, ada tiga jalur alternatif yang bisa digunakan untuk pengendara yakni dari Waru-Akses Lingkas Emas, Masjid Al Akbar Jalan Raya Pagesangan, Jalan Raya Gayungsari Barat, Jalan Kebonsari masuk Jalan A Yani.

Kemudian, jalur kedua bisa dari arah Medaeng masuk jalan Taman Indah, Jalan Gayungsari Barat, Jalan Menanggal V masuk jalan A Yani. Terakhir, yakni arah pabrik paku Jalan Brigjen katams, Jalan Wadungasri, Jalan Rungkut Menaggal, Jalan Rungkut Industri, Jala Kendangsari, Jemursari masuk A Yani.

Bundaran Waru arah amsuk Surabaya sebelumnya memang ditutup total. Pentupan ini didasarkan hasil evaluasi masih tingginya mobilitas masyarakat di hari kelima PPKM darurat diberlakukan. Namun, penutupan tersebut dilakukan secara mendadak sehingga berakibat pada kemacetan hingga 1,5 km.

Baca Juga :  Vaksinasi Perdana di Junrejo, Hanya Sediakan 300 Kuota

Menurut Irjen Nico Afinta selaku Kapolda Jawa Timur, penutupan itu nantinya akan dilakukan evaluasi hingga sepekan ke depan. Kalaupun diperlukan, kata dia, akan diberlakukan hingga masa PPKM darurat berakhir. “Langkah ini terpaksa dilakukan agar angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khsusunya di Surabaya dapat benar-benar ditekan,” ucapnya, Rabu (7/7/2021) dikutip dari kompas.com.

Irjen Nico menambahkan bahwa keputusan yang diambil merupakan hasil evaluasi penyekatan. Untuk mendukung aturan ini pun, sejumlah petugas, lanjutnya, telah dipersiapkan guna berjaga. Namun, Nico menyebut bahawa ada kendaraan yang diperbolehkan untuk melintas. “Seperti kendaraan yang emmbawa perlengkapan kesehatan dan orang sakit,” ungkapnya.

Pewarta: Adinda Ardwi

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait