Hari Donor Darah Sedunia dan Perjalanan Penemuan Golongan Darah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hari Donor Darah Sedunia dan Perjalanan Penemuan Golongan Darah
ilustrasi salah satu golongan darah yang hendak didonorkan (Foto: pixabay/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Artikel

Hari Donor Darah Sedunia dan Perjalanan Penemuan Golongan Darah

Satukanal.com, Nasional – Tanggal 14 Juni ditetapkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia oleh World Health Organization (WHO). Penetapan hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia akan pentingnya kesehatan untuk mendonor darah.

Menurut Nationaltoday, pendonoran darah sendiri dimulai dari eksperimen seorang ilmuwan bernama Richar Lower yang mempelajari donor darah pada binatang dan berhasil melakukan tranfusi darah kepada dua anjing.

Setelah ilmu pengetahuan tentang donor darah berkembang, ilmuwan bernama Karl Landsteiner membuat klasifikasi untuk pembagian darah manusia pada tahun 1901. Pembagian darah itu disebut sebagai ABO human blood type. Kemudian, sistem ini dijadikan sistem untuk menentukan pendonoran darah hingga saat ini.

Sekarang pun apabila hendak mendonorkan darah, maka seseorang akan ditanyai terlebih dahulu golongan darahnya apa dan termasuk dalam tipe apakah darahnya tersebut. Misalnya golongan darah A, B, AB, dan O.

Mengetahui golongan darah menjadi satu hal yang penting oleh seseorang. Mengingat, sebagain pemeriksan ataupun tranfusi yang berkaitan dengan kesehatan juga melibatkan golongan darah yang dimiliki oleh orang tersebut.

Baca Juga :  Tiga Poin Pertimbangan PPKM Level 4 Diperpanjang

Lantas, bagaimana awal mula terciptanya golongan darah yang sangat berguna dalam proses pendnoran darah?

Dari penemuan Karl Landsteiner di tahun 1901 itu, kemudian ia mengebangkan alat yang lebih kuat untuk menyelidiki bilogi jenis darah. Sejumlah petunjuk menarik tentang golongan darah ditemukan secara lebih dalam. Seperti, mendeteksi pengaruh golongan darah pada kesehatan manusia. Hanya saja, masih banyak pula terkait gologan darah yang tetap misteris dan belum terjawab.

Meski demikian, Pengetahuan tentang pembagian golongan darah pada manusia memberikan terobosan penting dalam dunia kedokteran. Ketika dokter mengetahui golongan darah seseorang, ia bisa menyelamatkan nyawa dengan melakukan transfusi darah.

Dalam sejarah, contohnya pada era Renaisans, beberapa dokter pernah mencoba melakukan transfusi darah namun berujung pada hasil yang tak diinginkan. Sampai akhirnya, pada awal abad ke-20, Landsteiner berhasil menemukan pembagian golongan darah manusia.

Baca Juga :  Alert! Varian Delta Plus Masuk Indonesia, Simak Fakta-Faktanya

Karl Landsteiner menemukan 3 dari 4 golongan darah (yang kemudian disebut sistem ABO) dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana itu dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.

Hasil percobaan itu menghasilkan dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B), dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya, ada dua macam antigen A dan B di dalam sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Kemudian, Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli—kolega Landsteiner—menemukan golongan darah AB. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah, sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait