Hari AIDS Sedunia, Kenapa Identik Dengan Pita Merah? | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hari AIDS Sedunia, Kenapa Identik Dengan Pita Merah?
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Hari AIDS Sedunia, Kenapa Identik Dengan Pita Merah?

SATUKANAL.com, NASIONAL– Setiap 1 Desember masyarakat memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini pun sudah dilakukan lebih dari 30 tahun, dihitung sejak kali pertama diadakan tahun 1988. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit HIV/AIDS masih menjadi perhatian masyarakat di bidang kesehatan secara global.

Dikutip dari UNAIDS, tema peringatan Hari AIDS sedunia tahun ini adalah Global Solidarity, Shared Responsibility atau Solidaritas Global, Tanggung Jawab Bersama. Tema tersebut diusung untuk menggugah kesadaran semua pihak, bahwa sampai saat ini masih ada 12 juta orang penderita HIV di seluruh dunia yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Dari laman hiv.gov menyebutkan bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. HIV dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh seseorang yang memiliki HIV.

Hari AIDS Sedunia pertama dicetuskan pada 1988 dan diperingati setiap 1 Desember. Penggagasnya adalah James W. Bunn dan Thomas Netter yang bekerja di bagian informasi Global Programme World Health Organization (WHO).

Menurut HIV Alliance yang dikutip oleh tim satukanal.com, James W. Bunn dan Thomas Netter sengaja memilih 1 Desember karena dinilai sebagai tanggal cantik. Alhasil, peliputan dari media pun diharapkan bisa optimal. Satu hal yang cukup identik dengan peringatan Hari AIDS Sedunia adalah pemakaian pita merah yang biasanya disematkan di bagian atas pakaian.

Pada 1991, sebuah komunitas bernama Visual AIDS berkumpul merancang sebuah simbol visual untuk menunjukkan simpati bagi orang-orang yang hidup dengan HIV dan pemberi perawatan terhadap mereka. warna merah pada pita, terinspirasi oleh pita kuning untuk menghormati tentara AS yang bertugas dalam perang Teluk.

Pemilihan pita merah digunakan sebagai lambang dukungan dan solidaritas bagi orang yang hidup dengan HIV dan untuk mengenang mereka yang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS. Warna merah dipilih karena dianggap berhubungan dengan cinta dan gagasan gairah.

Sedangan pada kampanye pada 1991, sukarelawan Proyek Pita Merah mengirim surat dengan pita merah kepada semua peserta Tony Awards di Amerika Serikat. Saat itu aktor Jeremy Irons tampil di televisi nasional dengan pita merah yang disematkan secara mencolok di kerahnya.

Selanjutnya, pada tahun 1992 lebih dari 100.000 pita merah dibagikan selama Konser Penghormatan Kesadaran AIDS Freddie Mercury di stadion Wembley, Inggris. Selain itu, lebih dari satu miliar orang di lebih dari 70 negara di seluruh dunia menonton acara tersebut melalui televisi.

Mengenakan pita merah adalah cara yang sederhana dan ampuh untuk menantang stigma dan prasangka buruk seputar AIDS.

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait