Harga Kedelai Naik, Produsen dan Penjual Tahu Tempe di Banyuwangi Lakukan Berbagai Cara | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Harga Kedelai Naik, Produsen dan Penjual Tahun Tempe di Banyuwangi Lakukan Berbagai Cara
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Harga Kedelai Naik, Produsen dan Penjual Tahu Tempe di Banyuwangi Lakukan Berbagai Cara

Naiknya harga kedelai berimbas pada biaya produksi para pengusaha tahu dan tempe, Hal tersebut di rasakan juga oleh pedagang tahu dan tempe di Pasar Tradisional Banyuwangi.

Salah satu pedagang di pasar tradisional Blambangan Banyuwangi, Widiyawati (27) mengaku, awalnya harga tahu dalam satu ember nya masih seharga Rp 60 ribu.

“Karena sekarang harga kedelai naik sangat berpengaruh terhadap harga tahu, pengambilan ke produsen kini mencapai Rp 65 sampai Rp 70 ribu rupiah,” kata Widiya, (13/01/2021).

Ia mengaku meski harga tahu naik, namun untuk harga yang dijual ke pelanggan tetap sesuai harga awal.

Widiya menyiasati supaya harga jual tidak naik, ia memilih memperkecil ukurannya.

Baca Juga :  Tim Advokasi Paslon 01 YURIZ Menarik Diri, Enggan Bertanggung Jawab Dalam Hal Apapun Pasca Pilkada Banyuwangi

“Harga masih tetap, irisannya saja yang diperkecil. Soalnya kalau harga tahunya di naikkan berat kepada pembeli. Takunya berhenti (kapok),” katanya.

Hal tersebut juga sesuai dengan permintaan pelanggan, dari pada menaikkan harga lebih baik memperkecil ukuranya.

“Begitu pula untuk tempe, tempe awalnya tebal, setelah harga naik jadi agak tipis. Kalau disini tempenya tetap Rp 6 ribu satu lonjornya, tahu satu kresek juga tetap Rp 3 ribu,” jelasnya.

Berbeda dengan Muhammad Holipin salah satu produsen tahu di dusun kunir Kecamatan Singojuruh mengaku meskipun harga bahan pokok naik, akan tetapi penjualanya Masih tetap stabil, ia Juga mensiasatinya dengan menaikan harga yang semula Rp 2 ribu per sepuluhnya kini di jual Rp 2500.

“Untuk penjualan alhamdulilah Masih tetap stabil, soalnya Saya sudah Ada pelanggan tetap di warung warung, meskipun tidak sebanyak sebelumnya daya belinya”

Baca Juga :  Pisah Dari Satpol PP, Damkar Jadi Dinas Sendiri

Sementara, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Suminten, membenarkan kebaikan harga kedelai di Banyuwangi.

“Perubahan harga kedelai secara signifikan dimulai sejak 23 Desember 2020 secara perlahan mengalami kenaikan. Harga awal di tingkat grosir Rp 8.750/kg menjadi Rp 9.000/kg, sementara harga eceran di tingkat pedagang Rp 9.500-10.000/kg,” terangnya.

Menurutnya, penyebab harga kedelai naik ialah tidak seimbangnya kebutuhan dan persediaan kedelai yang ada, Hal ini yang mempengaruhi terhadap tempe dan tahu.

“Untuk produk tahu ada kenaikan namun tidak signifikan, sebab pedagang bermain ukuran besar kecilnya produk, sehingga tidak terlalu nampak. Pun juga terhadap harga tempe, harga sama namun ukuran agak kecil,” tandasnya.

 

 

 

Pewarta : Abdul Konik
Editor : Redaksi Satunakal

Kanal Terkait