Harga Kedelai Eceran di Kediri Sentuh Rp 15 Ribu, Disdag Kediri Berencana Lakukan Ini
SATUKANAL.COM
Harga Kedelai Eceran di Kediri Sentuh Rp 15 Ribu, Disdag Kediri Berencana Lakukan Ini
Perajin tahu di Kampung Tahu (Foto: Anis Firmansyah/satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Harga Kedelai Eceran di Kediri Sentuh Rp 15 Ribu, Disdag Kediri Berencana Lakukan Ini

Satukanal.com, Kediri – Harga kedelai impor di Kabupaten Kediri terus melejit, hingga hari ini diketahui harga eceran kedelai di pasaran menyentuh angka Rp. 15 ribu per kilogram. Peningkatan harga kedelai ini secara langsung mengancam kelangsungan usaha para pengrajin tahu di Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih membenarkan harga eceran kedelai yang mencapai Rp. 15 ribu, namun harga tersebut hanya berlaku di eceran, sedang untuk di harga distributor masih di hargai Rp. 11 ribu.

“Jadi memang persoalan kedelai ini bukan hanya persoalan nasional, bahkan internasional. Akhir-akhir ini sudah menyentuh harga 11 ribu, kalau diharga eceran pasar tradisional diharga kami menyentuh 15 ribu,” jelas Tutik kepada Satukanal.com, Kamis (10/06/ 2021).

Dia menyebut, untuk mensisati harga agar para perajin tahu tidak keberatan, rencananya Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri akan memberikan bantuan stimulus bagi para pengarajin tahu dan tempe di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Menparekraf Sandiaga Terima Tantangan Wagub Hadirkan Investasi Senilai Rp 1 triliun

“Kami sendiri sudah mengupayakan untuk mengkaji pemberian stimulus saat transport pengiriman atau pengambilan bahan kedelai. Itu terus kami upayakan,” kata Tutik.

Menurut data Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Kediri, jumlah pengrajin usaha tahu sebanyak 744 unit, dengan kebutuhan bahan baku kedelai terbilang cukup besar yakni 323 Ton per bulan untuk wilayah kabupaten Kediri.

Terpisah, Ketua UMKM Kelud Mandiri Kabupaten Kediri, Gatot Siswanto mengatakan, harga kedelai saat ini sudah jauh diatas Harga Pokok Penjualan (HPP). Dari sebelumnya dihargai Rp. 8.000, kini melonjak diharga Rp. 11.500 per kilogram.

Baca Juga :  Tahun 2021 Kota Malang Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Dampaknya, dalam kurun waktu selama 4 bulan sejumlah pengrajin tahu menjalankan usahanya dengan kerugian. Beberapa diantaranya menjual hewan ternak untuk modal usaha, menaikan harga jual, dan mengurangi ukuran.

Bahkan, ada beberapa perajin (tahu) kecil, belum begitu lama produksi telah mengalami gulung tikar atas kenaikan harga kedelai ini. “Jadi para pengrajin hanya bisa mengeluh untuk mengatur ukuran dan naikan harga,” jelasnya, Jumat (24/05/2021).

Dia berharap, tentunya kepada pemerintah agar ketentuan harga kedelai segera stabil. Sehingga kebutuhan pangan tahu dapat dinikmati dan terjangkau di kalangan masyarakat.

“Kami berharap kalau memang harga dinaikan, segera ditentukan harga pas untuk ekonomi masyarakat. Kalau terlalu tinggi, yang jelas bisa-bisa hampir seimbang dengan harga daging,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Ubaidhillah

Kanal Terkait