SATUKANAL.COM
Harga Gula Pasir di Kediri
Foto : Winda Pedagang Gula Pasir di Pasar Pahing
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Harga Gula Pasir di Kediri Melambung Tinggi

SATUKANAL, KEDIRI – Harga Gula Pasir konsumsi eceran di tangan pedagang Pasar Pahing Kota Kediri terus merangkak naik.

Bahkan, harga yang diberikan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok yakni 12.500 Rupiah per kilogram.

Winda salah satu pedagang di Pasar Pahing mengaku, harga gula saat ini mencapai 17.000 rupiah.

Harga tersebut jauh dari harga normal penjual eceran yang normalnya hanya 13.000 rupiah.

“Kenaikannya sudah 2 minggu yang lalu, untuk kenaikan sendiri bertahap, setiap hari ada kenaikan harga 500, kadang 300,” tutur Winda.

Berdasarkan keterangan yang didapat Winda dari pemasok, kenaikan itu dipicu oleh kurangnya ketersediaan barang dari produsen.

“Barang ada tetapi mepet katanya, dan untuk gula kan di suplai impor, lah ini gula impornya juga habis katanya,” tutur Winda.

Baca Juga :  Masker di Kota Kediri Langka, Polisi Sidak di Sejumlah Penjual

Anik Sumartini, Kabid Indag, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kenaikan harga gula pasir konsumsi, menurutnya, kenaikan tersebut karena distributor yang mempermainkan harga.

“Sebenarnya untuk stok kita masih banyak cuma sudah di tangan distributor. Sedang musim giling masih lama setelah hari raya, dan kalau sudah di distributor kita sulit untuk kontrolnya,” kata Anik.

Menanggapi permainan harga tersebut, Disperdagin bersama dengan Satgas Pangan telah berupaya memperingatkan terkait hal tersebut dan berupaya melakukan koordinasi dengan distributor.

“Dari satgas pangan yang memperingatkan, tetapi kemarin dari tim sudah berkirim surat ke distributor untuk dapatnya kita dikasih kuota,” tuturnya.

Baca Juga :  Pandemi Corona, Wali Kota Kediri Minta Acara Resepsi Pernikahan Ditunda

Ke depan menurut Anik Disperdagin akan melakukan komunikasi dengan produsen langsung untum meminta jatah dijual di pasaran menanggulangi harga tinggi.

“Kemarin sesuai hasil rapat. Informasi dari PG Pesantren, Mrican ada 600 ton dan 500 ton, dan yang masih di petani 200 ton , dari Bulog dan Satgas Pangan untuk mengkomunikasikan agar bisa dijual ke Bulog dengan harga terendah agar bisa dijual ke kepasaran langsung. Kita juga upayakan ke distributor untuk minta kuota gula dengan harga dari PG.” Pungkasnya.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait