SATUKANAL.COM
BERITA

Harapan Masyarakat Hoax Turun setelah Pencoblosan, Kenyataannya Malah Meningkat Tajam

Bagi para pengguna media sosial (medsos) atau yang memiliki banyak group WhatsApp (WA), tentunya telah jengah dan bosan dengan berbagai kabar terkait politik yang lebih didominasi informasi bohong atau hoax.

Sehingga memunculkan harapan besar, bahwa pesta demokrasi lima tahunan bisa segera selesai.

Harapan itu pula yang lahir di tubuh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Bahwa informasi hoax menghilang atau minimal menurun kuantitasnya setelah hari pencoblosan, 17 April lalu.

Tapi harapan tersebut ternyata jauh api dari panggang.

Pasalnya, informasi atau berita bohong atau hoax usai pemilu 2019, tidak hilang atau menurun.

Bahkan semakin meningkat kuantitasnya di berbagai medsos maupun group WA.

Khususnya tentang kabar-kabar hoax yang juga masih berisikan konten politik pemilu 2019.

“Saya berharap turun tapi ternyata tidak, justru masih ada terus dan meningkat,” ucap Rudiantara Menteri Kominfo RI yang melanjutkan, “Kalau kita bandingan hari pertama bulan Maret dan 17 hari pertama bulan April, lebih banyak April,” ujarnya.

Bola panas tersebut banyak yang mengarah kepada KPU setelah pencoblosan pemilu 2019.

Baik terkait sebaran informasi hoax tentang kecurangan KPU dan berbagai berita lainnya.

Baca Juga :  Diskominfo Jatim Upayakan Peran Media Sosial Dalam Pemerintah Daerah

Fitrianto (25) warga Kepanjen yang memiliki cukup banyak group WA serta aktif di medsos, mengalami hal serupa.

Dirinya menyampaikan telah begitu lelah dengan berbagai informasi politik yang banyak hoaxnya.

“Pokoknya benar-benar gila pemilu tahun ini. 80 persen isi pesan di group didominasi pertengkaran politik serta kabar bohong. Hoax ini ya terus menerus juga dishare di berbagai jejaringan medsos. Capek juga, mau keluar group, juga ada perasaan enggak enak,” ucap Fitrianto kepada Kami, Selasa (23/04/2019).

Bagi Fitrianto, berbagai kabar hoax tersebut masih bisa ditangkalnya dengan mencari berbagai referensi pembanding.

Tapi, bagi lainnya, sebut saja Ari berbagai kabar hoax itu dianggapnya sebuah kebenaran.

“Ia, saya kadang malu saat share berita politik. Setelah share ternyata itu hoax,” ucapnya sambil tertawa.

Dari data Kemenkominfo, hanya 3 hari setelah pencoblosan (18-20 April) telah terdeteksi 64 hoax terkait pemilu 2019.

Hal ini disampaikan Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pengerapan.

Kabar hoax terkait pemilu 2019, misalnya bahwa formulir C1 yang sudah didokumentasikan dikirim ke pusat data Mabes TNI oleh para Babinsa-Koramil.

Kabar yang beredar adalah formulir C1 yang didokumentasikan adalah pasangan 02 disebut-sebut memperoleh suara hingga 60 persen.

Baca Juga :  Diskominfo Jatim Upayakan Peran Media Sosial Dalam Pemerintah Daerah

Hoax tersebut terdeteksi pada 18 April 2019.

Kabar hoax lainnya adalah terdeteksi tanggal 19 April 2019. Dimana muncul postingan di akun medsos milik Neno Warisman yang bertuliskan bahwa, “Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, adalah Rasul Allah SWT.”

Adapun, postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 246 kali.

Dalam laporan Kemenkominfo seperti dilansir tempo.co, Neno Warisman disebutkan langsung memberikan video klarifikasi terkait hal tersebut melalui akun Facebook pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, yakni Rekat Indonesia.

Neno menjelaskan bahwa akun yang memosting adalah akun palsu.

Neno Warisman mengatakan dirinya tidak pernah menggunakan medsos.

Akun tersebut juga sempat mengunggah foto Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon, bersanding dengan tiga wanita yang sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

“Kemenkominfo memastikan informasi tersebut tidak benar serta mempunyai maksud untuk menipu,” ujar Semuel.

Dalam menindak berbagai konten hoax pemilu, lanjut Samuel, pihaknya akan melaporkan kepada Bawaslu. Agar mendapatkan validasi, apakah melanggar aturan atau tidak.

“Bila melanggar, diterapkan sanksi administratif, Kementerian akan meminta platform melakukan take down. Jika diulangi, akun tersebut di-suspend,”terangnya.

Kanal Terkait