Hanya Beranda yang Terbuka, Isi Website OPD Kabupaten Malang Masih Error, Kemana Diskominfo? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Hanya Beranda yang Terbuka, Isi Website OPD Kabupaten Malang Masih Error, Kemana Diskominfo?

Mengutip pernyataan Plt Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang Ferry Hari Agung, bahwa keberadaan website organisasi perangkat daerah (OPD) sangat penting sebagai pintu informasi masyarakat, bisa dikatakan bertolak belakang dengan kondisi website sampai saat ini.

Dimana, website pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih saja error sampai saat ini. Setelah diserang oleh hacker di akhir tahun 2018 lalu. Padahal, pihak Diskominfo menyampaikan beberapa waktu lalu, akan secepatnya menormalkan kembali situs-situs OPD Kabupaten Malang yang diretas hacker dengan anonim Noniod7.

Tapi, sampai berita ini ditulis yang bisa dibuka masyarakat hanyalah tampilan berandanya saja. Sedangkan isi menu dan sub menu situs OPD tetap masih bermasalah. Banyak link url yang tidak tampil alias not found di berbagai website OPD.

kami mencoba secara acak beberapa situs OPD, seperti www.disparbub.malangkab.go.id atau situs OPD lainnya, hanya bisa melihat berandanya saja. Tapi saat mengklik menu dan sub menu maka akan keluar pesan error. Hal ini terjadi rata di seluruh situs OPD Kabupaten Malang.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan khalayak umum mengenai peran Diskominfo Kabupaten Malang yang diposisikan sebagai OPD yang tentunya memiliki petugas teknis mumpuni dalam persoalan IT tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Sulaiman (35) warga Kepanjen yang biasanya mengakses berbagai website OPD Kabupaten Malang.
“Tidak hanya sekali dihack, tapi sudah berkali-kali. Kok bisa kelasnya web pemerintahan sampai seperti itu. Perbaikannya juga lama sekali, terus kita akses informasi pemerintahannya kemana? Enggak mungkin kita tanya langsung ke kantor-kantor kan?” kata Sulaiman, Selasa (26/02/2019).

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Belum Menyeluruh

Seperti diketahui, website OPD Kabupaten Malang memang bukan pertama kalinya diretas oleh hacker. Tapi sudah terbilang lama dan terus menerus. Walau beberapa kali diperbaiki oleh Diskominfo Kabupaten Malang, namun masalah yang sama selalu kembali lagi.

Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan memunculkan asumsi, bahwa pembenahan terkesan hanya setengah hati dan hanya melepas tanggungjawab. Terlihat normal namun semua link menu dan submenu di website ketika diklik secara keseluruhan tidak menampilkan informasi sama sekali alias not found. Seperti yang juga dialami kami saat memastikan bahwa website OPD Kabupaten Malang sampai saat ini masih belum tertangani.

Meminjam pernyataan Ferry, tentunya hal ini sangat merugikan buat khalayak publik yang mencari informasi maupun data mengenai pemerintahan Kabupaten Malang. Anehnya, sang hacker hanya menyerang website OPD saja. Sedangkan website resmi milik Kabupaten Malang di malangkab.go.id justru aman.

Jejak dijebolnya website OPD Malang yang terbilang parah dimulai sejak Juli 2018 lalu. Selang beberapa bulan dari serangan tersebut, Desember kembali sang hacker meretas website Pemkab Malang. Sampai berita ditulis kondisinya seperti normal tapi tidak berfungsi apapun. Karena hanya tampilan beranda saja yang normal.

Baca Juga :  Sutiaji Harapkan Mall di Malang Segera Dapat Dibuka

Terbilang lama masa perbaikan serta berkali-kali dibuat jungkir balik, sang hacker sampai-sampai memberikan saran kepada Diskominfo Kabupaten Malang.
“Cek aja, bilangin pak, yg diperbaikin jangan web.nya tpi celah/securitynya di tingkatkan,” saran hacker Noniod7 yang meretas website OPD Kabupaten Malang.
Kondisi tersebut, menurut salah satu operator di Diskominfo Kabupaten Malang yang menyebabkan tahun ini akan dibentuk satgas cyber khusus dalam menangani persoalan-persoalan tersebut.

“Rencananya tahun ini sih akan dibentuk itu. Tapi teknisnya silahkan tanya pimpinan,” ujar Dikayu Permana Operator Command Center Diskominfo Kabupaten Malang.

Dari beberapa informasi dari Diskominfo Kabupaten Malang, persoalan mudahnya website OPD Kabupaten Malang diretas oleh hacker dikarenakan pengelolaannya selama ini berbasis proyek dan tidak ada tim khusus atau teknis yang sama dalam jangka menengah dan panjang. Saat proyek selesai, maka website dibiarkan begitu saja, tanpa adanya tindaklanjut. Baik maintain maupun dilanjutkan dengan skema pengelolaan jangka menengah dan panjang.

Kanal Terkait