Hampir 4 Tahun, Gerilya Bedah Rumah Cipta Karya Terus Digelorakan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Hampir 4 Tahun, Gerilya Bedah Rumah Cipta Karya Terus Digelorakan

Program unggulan Kabupaten Malang yang secara nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat miskin adalah bedah rumah. Sebuah program di bawah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, yang digulirkan sejak tahun 2015 lalu.

Program bedah rumah DPKPCK Kabupaten Malang, inilah yang tahun ini kembali dikuatkan. Dengan target penyelesaian 3 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) di tahun 2019 ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berupaya menihilkan keberadaan RTLH di tahun 2020 datang.

“Target tahun ini cukup besar dan teknisnya disebar di berbagai OPD. Tapi kita optimis dengan semakin menguatnya juga peran masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung program bedah rumah, bisa tercapai nanti,” kata Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Senin (01/04/2019).

Dukungan masyarakat dan pihak swasta terlihat dari berbagai kegiatan bedah rumah. Dimana, Pemkab Malang saling bahu membahu menihilkan salah satu indikator kemiskinan, di sektor papan. Hal ini terlihat, misalnya di kegiatan yang dilakukan di Kecamatan Ngantang.

Dimana, dari hasil survei sementara DPKPCK Kabupaten Malang menemukan 18 RTLH yang tersebar di empat desa di wilayah Ngantang. Yakni empat rumah di Desa Purworejo, empat rumah di Desa Tulungrejo, lima rumah di Desa Mulyorejo, dan sisanya di Desa Pagersari.

Pendataan RTLH yang tersebar di 33 kecamatan, bukan perkara mudah. Ketepatan data menjadi salah satu keberhasilan Pemkab Malang dalam mengurangi RTLH yang masih terbilang banyak. Sehingga gerilya untuk memetakan RTLH terus dikuatkan DPKPCK Kabupaten Malang. Serta melakukan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pihak swasta.

“Upaya ini agar bedah rumah menjadi benar-benar fokus dan tepat sasaran. Di sisi data akan sesuaikan dengan target rumah yang akan dibedah. Sisi warga akan terasa manfaat sebesar-besarnya dari program ini,” ujar Wahyu yang menjelaskan untuk RTLH yang bisa dibantu memiliki ciri dinding dari papan atau gedek, lantai tanah, atap rumah juga sudah rusak. “Terpenting pemilik merupakan warga tidak mampu,” imbuhnya.

Empat tahun sudah program bedah rumah berjalan dan akan terus diintensifkan menuju tahun 2020 datang. Gerilya DPKPCK Kabupaten Malang bersama seluruh elemen non pemerintahan, telah menghasilkan perubahan dalam konteks pengentasan kemiskinan. Ini terlihat dari angka kemiskinan Kabupaten Malang di tahun 2018 lalu yang telah mencapai 10,3 persen.

Harapan besar di tahun 2019 ini, program bedah rumah juga mampu menyumbang pengurangan angka kemiskinan. Walau bedah rumah bukan salah satu indikator dalam angka kemiskinan. “Kita berharap dari program bedah rumah bisa juga membantu program pengentasan kemiskinan lainnya. Sehingga angka kemiskinan bisa turun satu digit tahun depan,” ujar Wahyu.

Tentunya, untuk mencapai harapan tersebut, DPKPCK Kabupaten Malang, pun mengubah strategi dalam program bedah rumah. Yakni, dengan meningkatkan jumlah bantuan untuk bedah rumah menjadi rata-rata Rp 15 juta per unit. Di tahun lalu, untuk anggaran bedah rumah per unit hanya dialokasikan Rp 10 juta.

Pun untuk pembangunan total RTLH, dari Rp 25 juta meningkat menjadi Rp 30 juta di tahun 2019 ini. Sedangkan gerilya lain yang dilakukan DPKPCK Kabupaten Malang adalah dengan terus melakukan loby ke pemerintah pusat. Untuk mendapatkan bantuan stimulus bagi program bedah rumah di Kabupaten Malang.

Kanal Terkait