Hafalan Al-Qur'an Antarkan Mahasiswa UMM Ke Turki - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hafalan Al-Qur'an Antarkan Mahasiswa UMM Ke Turki
Nisrina Nur Husna (Foto: Humas UMM/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Hafalan Al-Qur’an Antarkan Mahasiswa UMM Ke Turki

Satukanal.com, MalangNisrina Nur Husna mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.

Beasiswa belajar di luar negeri tidak terbatas pada jalur akademik saja, ada beberapa jalur unik yang disediakan oleh lembaga pendidikan luar negeri, salah satunya beasiswa yang diraihnya. Ia memperoleh beasiswa dari lembaga Aziz Mahmud Hüdayi Vakfi lewat hafalan Al-Qur’an.

Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UMM ini bercerita bahwa dirinya telah mulai menghafal Al-Qur’an sejak kecil. kebiasaannya menghafal Al-Qur’an terus berlanjut sampai dirinya masuk Pesantren ketika masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Pada saat kelas dua Sekolah Dasar (SD), saya mulai menghafal Al-Qur’an karena almarhumah ibu saya membuat jadwal setiap habis maghrib untuk menghafal. Tak terasa, menghafal menjadi sebagian rutinitas saya. Waktu SD saya mulai menghafal juz 30 dan 29″ terangnya.

Menghafal Al-Qur’an sedari kecil membuat Nisrina menekuninya kembali saat memasuki pesantren, “Menghafal dari surah Al-Baqarah. Hafalan tersebut berlanjut sampai sekarang ketika berkuliah di UMM,” ujar Nisrina.

Baca Juga :  5 Hari Berjalan PPKM Darurat, 1 Kafe Terjerat

Nisrina kembali bercerita bahwa program belajarnya di Turki akan berjalan selama satu tahun. Para mahasiswa akan membenarkan bacaan Al-Qur’an dan belajar bahasa Turki terlebih dahulu. Setelah itu para mahasiswa baru didorong untuk menghafal Al-Qur’an.

Pembelajaran di Turki menggunakan teknik pomodoro yakni belajar dari jam 10.00 sampai 14.00 lalu akan ada istirahat 15 menit setiap 30 menit sekali. Untuk proses menghafal Al-Qur’an, terdapat seleksi terlebih dahulu.

“Seleksi tersebut berupa ujian dengan para guru yakni hafalan surat pilihan, kemudian disetorkan. Dari ujian tersebut akan dilihat berapa lama mahasiswa mampu menghafal 10 surat tersebut,” katanya.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini mengaku adaptasi di Turki sangatlah susah. Ia harus beradaptasi di berbagai aspek seperti budaya, kebiasaan, iklim, makanan, dan bahasa.

Baca Juga :  Tiga Poin Pertimbangan PPKM Level 4 Diperpanjang

Nisrina mengaku, aspek bahasa sangat menyulitkannya. Hanya ada segelintir orang di asramanya yang bisa berbahasa Inggris. Satu-satunya bahasa pemersatu adalah bahasa Turki.

“Dalam waktu singkat saya dituntut untuk belajar bahasa Turki. Meskipun di setiap mata kuliah ada seorang translator yang menerjemahkan, namun untuk berbicara dengan teman Internasional yang lain harus menggunakan bahasa Arab atau Turki,” terang Nisrina.

Meskipun sulit untuk beradaptasi, namun Nisrina senang dengan keputusaannya untuk mengambil beasiswa Hafiz tersebut. Nisrina sangat terkejut dan kagum dengan semangat mahasiswa Internasional lain dalam menghafal Al-Qur’an sembari belajar Islam.

“Hal itulah yang memacu saya untuk terus belajar di Turki. Saya harap dengan belajar di sini, saya bisa memberikan manfaat bagi orang-orang sekitar ketika nanti kembali ke Indonesia,” pungkas Nisrina.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait