Hadiah Dies Natalis Ke-58, UB Raih Penghargaan Zero Project Dari PBB | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hadiah Dies Natalis Ke-58, UB Raih Penghargaan Zero Project Dari PBB
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Hadiah Dies Natalis Ke-58, UB Raih Penghargaan Zero Project Dari PBB

SATUKANAL.com, MALANG– Universitas Brawijaya (UB) Malang kembali meraih penghargaan dari Zero Project, Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kampus Innovative Practice. Penghargaan tersebut diperole UB atas layanan pendidikan kepada para mahasiswa penyandang disabilitas.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS pada selasa (5/01/2020) menyampaikan hal tersebut di rapat terbuka dalam rangka menyambut Dies Natalies ke 58 UB.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini perayaan Dies Natalis Ub sendiri dilakukan secara daring lantaranadanya pandemi covid-19.

“Yang membanggakan, satu-satunya universitas di dunia. Universitas Brawijaya mendapat penghargaan dari PBB sebagai kampus Innovative Practice untuk Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB),” ungkap Nuhfil.

Baca Juga :  Terapkan Pembatasan Kegiatan Kampus, UB Haruskan Tamu Bawa Hasil Tes Swab

Sejak tahun 2012, PSLD UB  semula bernama Seleksi Program Khusus Peyandang Disabilitas (SPKPD) kemudian berubah menjadi Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) pada 2019.

Seleksi tersebut memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk mengakses program studi di perguruan tinggi melalui tahapan-tahapan seleksi, mulai tes administratif, tes kemampuan akademik, simulasi perkuliahan dan wawancara.

UB sendiri juga menyediakan berbagai macam fasilitas pendukung pembelajaran inklusi, seperti juru bahasa isyarat untuk siswa tuli, alat bantu dengar, hingga volunteer yang akan mendampingi mahasiswa selama berada di kampus.

Baca Juga :  11 Dewan Pendidikan Kota Malang Dikukuhkan, Wali Kota Malang : Harus bisa jadi fasilitator, katalisator, mediator, dan komunikator

Pada kesempatan itu, Nuhfil juga menyebut bahwa Universitas Brawijaya memiliki program double degree terbanyak di Indonesia. Ia menyampaikan jika hingga saat ini sudah terdapat 28 program studi yang melakukan double degree.

Tak lupa ia juga menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh civitas pengajar di seluruh fakultas yang tetap semangat dalam melaksanakan proses belajar secara daring.

Walaupun banyak keterbatasan dalam proses belajar mengajar ternyata tidak menyurutkan semangat para pendidik dalam mengajar mahasiswa.

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait