'Habis Nafas' Pelaku Seni Karawitan Jual Alat Gamelan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG_20210724_11510765-d72dd53a
BERITA Kanal Straight

‘Habis Nafas’ Pelaku Seni Karawitan Jual Alat Gamelan

Satukanal.com, Kediri – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama masa pandemi berlangsung bak mimpi buruk untuk para pekerja seni di Kota Kediri, salah satunya pelaku seni karawitan. Mereka yang biasanya menggantungkan hidup dari panggung ke panggung saat ini mulai menjual alat musiknya satu-persatu.

Ketua Sanggar Karawitan Manunggal Rasa Kediri, Dekky Susanto mengatakan, kondisi tersebut hampir terjadi di sanggar-sanggar lain. Penjualan alat musik itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alat musik tradisional gamelan sudah banyak yang dijual. Kini tinggal beberap saja yang dimiliki, itu pun mau dijual juga,” jelas Dekky saat dikonfirmasi satukanal.com, Sabtu (24/7/2021).

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang Sampai Akhir Bulan, Jombang Kembali Level 4

Padahal di Kota Kediri menurutnya ada total sebanyak 800 orang yang menggantungkan penghasilan dari profesi sebagai seniman.

Meski dinilai sepi tanggapan di masa PPKM, sejumlah pelaku seni karawitan tidak mau berputus asa dan berpangku tangan. Mereka lebih memilih untuk tetap bekerja meski harus beralih profesi.

“Banyak sekali para pengrawit yang beralih profesi, sebagai tukang, kuli dan pencari rumput. Rumputnya dijual kepada yang punya ternak sapi dan kambing, kalau nggak begitu ya tidak makan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sisa 300 Pasien Isoman, Kota Malang Gerak Cepat Pindahkan ke Isoter

Dekky berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan pelonggaran kebijakan agar para pekerja seni bisa sedikit bernafas. Setidaknya jika tidak bisa melonggarkan pemangku kepentingan memberikan sedikit jalan untuk tanggapan kesenian, supaya mereka tidak sampai melakukan penjualan perabotan keseniannya.

“Saya berharap ada kelonggaran, supaya bisa bertahan hidup dari profesi seni. Bermacam-macam pelaku seni seperti jaranan, reog, karawitan, pecut, pelukis, teater. Juga berbagai komunitas dalang, sinden, pengrawit, mural, dan sebagainya,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait