Gus Wahid Arema: Siapapun yang Belajar Membaca Al-Quran Tidak Mungkin Gagal - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Gus Wahid Arema: Siapapun yang Belajar Membaca Al-Quran Tidak Mungkin Gagal

 Ada jaminan dari Allah SWT kepada siapapun yang belajar membaca Al-Quran bahwa ia dipastikan akan bisa. Hal ini dinyatakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang Gus Wahid Arema saat mengisi materi dalam Tarkhib Ramadan ‘Kaum Milenial, Alquran itu Keren’ di Auditorium Rumah Singgah lantai 4 Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (27/4).

Acara Tarkhib Ramadan yang diinisiasi oleh media online berjejaring terbesar di Indonesia Kami, bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malang, dan DPD Hidayatullah Malang tersebut dihadiri oleh ratusan remaja milenial.

Kepada mereka Gus Wahid menyatakan, bahwa asal istiqomah, siapapun akan bisa mahir membaca Al-Quran.

“Ada jaminan dari Allah, siapapun, mau anak kecil, (maaf) orang cacat, tidak sempurna akalnya, siapa saja yang belajar Al-Quran pasti bisa,” ujarnya.

Gus Wahid pun kemudian menceritakan pengalamannya yang pernah mempunyai santri berumur 76 tahun yang ingin belajar membaca Al-Quran. Lantas Gus Wahid teringat akan nasihat yang ia terima saat di pesantren, bahwa apabila orang belajar Al-Quran selama 4 bulan secara istiqomah maka Allah akan membuatnya menjadi pintar.
 


“Orang ini mau berangkat haji, kemudian terbesit kepingin belajar baca Quran. Itu seminggu pertemuan dua kali. Bulan-bulan pertama uangel (susah) bulan keempat puinter (sangat pintar). Tiba-tiba lancar. Subhanallah,” ceritanya.

“Siapapun yang belajar membaca Al-Quran tidak mungkin ada yang gagal,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menegaskan, jangan sampai kita umat muslim hidup tidak bisa membaca Al-Quran. Namun, belajar Al-Quran ada satu syaratnya, yakni harus ada guru.

“Tidak boleh belajar Al-Quran tanpa guru. Karena tidak mungkin bener. Orang baca sendiri tidak mungkin benar,” tegasnya.
 


Selain itu, Gus Wahid juga mewanti-wanti agar peserta tidak memaknai Al-Quran sendiri secara ‘ngawur’. Maka dari itulah pentingnya belajar di pesantren yang mana akan mengajarkan Al-Quran dengan baik dan benar.

Kepada para santri yang hadir yang didominasi oleh santri dari Ar-Rohmah, Gus Wahid berkata bahwa menjadi santri tidak harus pintar. Yang terpenting adalah taat.

“Ada santri jaman saya mondok. Gak pinter blas (tidak pintar sama sekali). Pernah ranking 29 dari 31 murid. Anak itu sekarang jadi Ketua MUI Kabupaten Malang,” ujarnya diikuti dengan gelak tawa audiens.

Sekali lagi Gus Wahid menyatakan bahwa menjadi santri yang penting adalah ketaatannya.

“Jadi santri jangan pernah membantah. Masalah ilmu yang memberi Allah. Yang penting taat. Dan jangan maksiat,” pungkasnya.

Kanal Terkait