Gus Hans; Calon Ketua PBNU Harus Bisa Menyesuaikan Perkembangan Zaman - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Gus Hans saat kegiatan AYIC di Kampus Unipdu Jombang (Anggit Puji/Satukanal)
BERITA Kanal Straight

Gus Hans; Calon Ketua PBNU Harus Bisa Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Satukanal.com, Jombang – Perbincangan seputar Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke-34 masih sangat hangat. Terlebih, jika perbincangan tersebut mengarah ke pertanyaan siapa yang bakal naik podium jadi ketua PBNU nantinya.

Menyikapi hal tersebut, Kader Muda NU sekaligus pengasuh asrama Queen Al-Azhar, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, Zahrul Azhar Asumta menyebut, siapapun ketua umumnya nanti harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Tidak sulit mencari sosok untuk memimpin NU ini, kenapa? karena didalam NU banyak orang-orang pintar, gudangnya. Ilmu yang dimiliki juga beragam,” ucapnya pada Sabtu (16/10/2021).

Menurutnya, jika berbicara siapa sosok yang pantas untuk memimpin organisasi berbasis keagamaan sebesar NU, memang dibutuhkan sosok yang bisa menjawab tantangan zaman dan visioner. Tujuannya, supaya NU dapat menjawab tantangan yang akan dihadapi di masa depan.

“Siapapun yang memimpin NU selain harus memilki nilai kepantasan secara keilmuan juga mereka yang bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman di era global,” ujarnya.

Baginya, NU sekarang ini membutuhkan sosok yang bisa memberikan keyakinan kepada publik bahwa NU adalah organisasi yang berwawasan internasional dengan landasan kebangsaan tak tergoyahkan. Selain mengurus jamiyah NU, yang harus dilakukan lainnya juga harus selaras dengan perkembangan dan tantangan zaman.

Baca Juga :  Vaksinasi Siswa Usia 6-12 Tahun Segera Dilakukan, Disdikbud Harap Orang Tua Setuju

“Kita sudah harus melangkah jauh kedepan mempromosikan konsep Islam rahmatan lilalamin ala nusantara sebagai gerakan revolusi budaya, moderasi beragama yang bisa diterima oleh masyarakat internasional,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Gus Hans ini pun kagum pada KH Said Agil Siroj, Ketua Umum PB NU saat ini. Baginya, ada sebuah keistimewaan yang dimilik oleh KH Said Agil, yakni kealiman yang allamah dan penguasaan akan ilmu sejarah dan hukum hukum Islam.

“Beliau sosok yang sangat-sangat mumpuni, maka sangat tepat jika Ahwa memutuskan beliau menjadi Rois Aam. Menurut saya dari segala apa yang dimiliki oleh beliau terlalu kecil jabatan Ketua Umum bagi beliau,” ungkapnya.

Gus Hans tidak melihat adanya perpecahan di dalam tubuh NU. Yang ada hanyalah dinamika kecil yang jamak terjadi menjelang muktamar, dan ini menunjukan bahwa NU adalah organisasi yang hidup.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Launching Dermaga Kencana

“Semua pihak pasti mengaku dirinya paling progresif karena memang yang dibutuhkan NU sekarang ini memang progresivitas seiring cepatnya perkembangan zaman. Saya kira yang ada adalah sebatas pada ketidak-siapan beberapa orang yang sekarang menikmati zona nyaman saja,” imbuhnya.

PBNU di bawah kepemimpinan KH Said Agil, menurutnya sudah on the track. Walau dengan sedikit akrobatik yang terkadang belum bisa diikuti oleh para jemaah yang ada di bawah. Tapi bisa jadi menurutnya ini adalah cara KH Said Agil untuk mengajak seluruh lapisan jamiyah agar lebih dewasa untuk bersikap dalam berpolitik dan berbangsa.

“Situasi masih dinamis, dan memang beberapa nama calon sudah mulai bermunculan dan yang paling dominan adalah Gus Yahya dengan segala kiprah dan track record internasional-nya. Bagi saya KH Said Agil memiliki makom yang pas yang sangat layak jika Ahwa menunjuk beliau sebagai Rois Aam,” pungkasnya.

 

Pewarta: Anggit Puji
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait