Guru TK Tersandung Pinjol, Ini Insentifnya Tiap Bulan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Guru TK Tersandung Pinjol, Ini Insentifnya Tiap Bulan
Kadisdikbud Suwarja saat memberikan keterangan pada awak media/foto: Chosa Setya, Satukanal.com
BERITA Kanal Straight

Guru TK Tersandung Pinjol, Ini Insentifnya Tiap Bulan

Satukanal.com, Malang Beberapa waktu terakhir publik dihebohkan dengan kisah salah seorang guru TK di Kota Malang yang terjerat pinjaman online (pinjol). Tak tanggung-tanggung dia diberondong 24 debt collector yang berasal dari berbagai aplikasi pinjol.

Meski tidak semua merupakan aplikasi legal, hutang yang ditanggungnya mencapai kisaran 40 juta rupiah. Mengulik lebih jauh, berapakah insentif yang diterima guru TK di Kota Malang setiap bulannya ?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengungkapkan, tahun lalu insentif yang diterima oleh guru TK, KB dan PAUD di Kota Malang yakni sebesar 500 ribu rupiah setiap bulannya. Namun pertahun ini besarannya naik 100 ribu, menjadi 600 ribu rupiah setiap bulannya.

Baca Juga :  Kurir Online Berjaya Di Tengah Paceklik PPKM Darurat 

Pria yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Malang itu menegaskan, kenaikan gaji tersebut diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang tahun anggaran 2021. Bukan berasal dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Ini merupakan bentuk perhatian dari Pemkot Malang kepada guru di jenjang TK dan PAUD. Menurut saya mereka berbeda dengan SD dan SMP karena pembelajaran yang diberikan harus lebih ekstra,” imbuhnya.

Saat ini total guru pada jenjang PAUD yang meliputi Taman Kanak-kanak (TK) Kelompok Belajar (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) serta Satuan Paud Sejenis (SBS) sebanyak 2326. Dengan rincian data guru TK Negeri sebanyak 26 orang serta 1390 guru pada TK berstatus swasta.

Baca Juga :  Cuaca Tak Menentu, Panen Lotus Jadi Rancu

Fakta ini cukup bertolak belakang dengan keterangan “S” guru yang menyebut gaji yang diterimanya hanya sebesar 400 ribu saja. Namun seperti keterangan Suwarjana pada pemberitaan sebelumnya “S” merupakan guru yang berada di bawah naungan swasta.

Dimana hal ini berarti “S” tidak secara penuh berada naungan Disdikbud Kota Malang tetapi di bawah naungan yayasan sekolah bersangkutan.

“Jadi kami komunikasikan dengan yayasan, seperti apa solusinya. Yang pasti ini pelajaran guru untuk selalu lapor baik ke yayasan maupun ke Disdikbud kalau ada masalah,” imbuhnya ditemui beberapa waktu lalu.

 

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait