Guru Agama Budha di Sekolah Formal Kota Malang Masih Minim - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Silaturrahmi Walikota Malang dengan Umat Beragama di Yayasan Semanggi Viriya pada Senin (1/11/2021) (Foto: Lutfia/ Satukanal.com)
ADV

Guru Agama Budha di Sekolah Formal Kota Malang Masih Minim

Satukanal.com, Malang – Kota Malang hanya memiliki dua guru Budha untuk sekolah formal. Salah seorang di antaranya hendak pensiun. Karena itu, Pemeluk agama Budha mendesak Walikota Malang untuk menambah tenaga pengajar Agama Budha.

Ihwal minimnya guru agama Budha diungkapkan oleh Agus Sumarto, salah seorang audien dalam silaturrahmi Walikota Malang dengan Umat Beragama di Yayasan Semanggi Viriya pada Senin (1/11/2021).

“Besar harapan kami supaya terdapat penambahan jumlah guru Agama Budha yang berstatus Pegawai Negeri Sipil mengingat Kota Malang hanya memiliki dua guru untuk mata pelajaran Agama Budha. Satu di antaranya sudah pensiun sedangkan satu yang lain akan segera pensiun,” ungkap Agus.

Menanggapi permasalahan tersebut, Sutiaji mengungkapkan, Pemerintah Kota Malang tidak memiliki otoritas dalam pengangkatan Guru Agama Budha sebagai Pegawai Negeri Sipil. Wewenang yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Malang hanya terbatas pada menyampaikan formasi ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  Korban dan Pelaku Kasus Kekerasan Seksual di Malang Tetap Dapat Akses Pendidikan

“Kota Malang sudah memintakan formasi ke Kementerian Badan Kepegawaian Nasional dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” ungkap Sutiaji.

Walikota menyerahkan kepada Dinas Pendidikan terkait pengelolaan dan pengupayaan supaya semua murid dengan agama yang berbeda-beda dapat mempunyai guru agama masing-masing. Sutiaji menghendaki supaya tidak ada murid atau orang beragama yang tidak mempunyai guru agama sebagai pembimbing.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diselenggarakan dengan tujuan Pemerintah Kota Malang lebih mengenal jemaat beragama dan memasyarakatkan apa yang telah menjadi komitmen negara dalam membangun kerukunan bersama. Sutiaji mengungkapkan, setiap internal dari individu perlu memahami asa dari agama yang diyakini sehingga antar umat beragama bisa saling duduk berdampingan satu sama lain.

Baca Juga :  Terima Hibah Lahan 6000m2 dari Pemkot Malang, Kantor Imigrasi Malang Diharapkan Maksimalkan Pelayanan

“Ketika kita rukun goalnya kan bagaimana nanti pembangunan di Kota Malang bisa berjalan dengan baik, tidak ada aral melintang, walaupun ada krikil atau persoalan pun bisa segera diselesaikan,” lanjutnya.

Dengan adanya acara silaturrahmi antar umat beragama kepada Pemerintah Kota Malang ini, diharapkan bisa membuat para jemaat terutama minoritas merasa bahwa keamanan mereka dijamin oleh pihak Pemkot. (Adv)

Kanal Terkait