Gunung Semeru Dan Sejumlah Letusan Dahsyatnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Gunung Semeru Dan Sejumlah Letusan Dahsyatnya
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Gunung Semeru Dan Sejumlah Letusan Dahsyatnya

SATUKANAL.com, NASIONAL– Sabagai salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur ini kembali menunjukkan geliat aktivitasnya.

Gunung Semeru diketahui merupakan gunung bertipe strato dengan puncak tertingginya yakni Mahameru. Kawah ini terbentuk sejak tahun 1912. Dimana di dalamnya terdapat kawah Jonggring Seloko di sebelah tenggara puncak.

Menurut situs resmi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), gunung semeru mempuyai ketinggian 3.676 mdpl dengan tipe vulkanian dan strombolian. Vulkanian adalah tipe letusan gunung berapi yang melontarkan material dari dalam magma dan juga bongkahan-bongkahan batu di sekitar kawah. Sedangkan strombolian adalah tipe letusan gunung api yang berenergi rendah.

Diketahui pada Sabtu (16/01/2021) sore sekitar pukul 17.24 WIB, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur sejauh 4,5 kilometer. Hal tersebut dikabarkan melalui twitter resmi Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas,” ujar Bupati Thoriqul dikutip dari Twitternya Sabtu (16/01/2021).

Kabar tersebut juga disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia di twitter resminya. BNPB menyebut bahwa telah terjadi awan panas guguran (APG) Gunung semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 KM pada Sabtu (16/01/2021) pukul 17.24 WIB.

Selain mengeluarkan awan panas, Gunung Semeru juga mengeluarkan guguran lava. Menurut Kepala PVMBG Nia Haerani, guguran lava itu meluncur sejauh 500 hingga 1000 meter ke arah Curah Kobokan, Lumajang.

Nia menerangkan bahwa awan panas guguran  yang kerap keluar dari Kawah Jonggring Seloko Gunung Semeru dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin. Hal ini dapat terjadi jika hujan turun dengan intensitas tinggi. “Jika terjadi hujan, dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak,” tuturnya.

Baca Juga :  Peralihan ke Musim Kemarau, Kabupaten Malang Kini Makin Dingin

Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diguyur hujan abu vulkanik Gunung Semeru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang lewat akun media sosialnya menyebut kelima kecamatan itu yakni Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Senduro, Kecamatan Gucialit dan Kecamatan Pasirian.

Dikutip dari website resmi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi, sejarah letusan gunung Semeru tercatat mulai 1818. Tepatnya pada 8 November 1818 yaitu sekitar 200 tahun lalu. Letusan ini merupakan letusan pertama Gunung Semeru. Meski demikian, Gunung Semeru juga sempat meluncurkan letusan dahsyat di beberapa tahun setelahnya.

Berikut sejumlah letusan dahsyat Gunung Semeru setelah letusan pertamanya di tahun 1818:

2 Februari 1994

Pada tahun 1994 tercatat ada 9 kali letusan Gunung Semeru. Letusan ini menimbulkan asap putih tebal dengan ketinggian 500 meter. Selain asap putih, terjadi juga 34 kali guguran lava ke arah Besuk kembar sejauh 1 km.

Sehari setelah itu yaitu pada 3 Februari 1994 terjadi letusan dan suara dentuman disertai hujan abu dan guguran lava membentuk awan panas guguran dari kubah lava dan lidah lava yang terbentuk sejak tahun 1992. Aliran awan panas guguran ini masuk ke Besuk Kobokan mencapai 11,5km, ke Besuk Kembar 7,5km dan ke Besuk Bang lk 3,5km. Volume awan panas tersebut diperkirakan mencapai 6,8 juta m3.

Korban yang meninggal terlanda awan panas sebanyak 7 orang dan 2 orang hanyut oleh lahar pada tanggal 13 Februari 1994. Selanjutnya kegiatan berangsur menurun kembali menuju normal dengan aliran awan panas mencapai jarak lk 200- 750m dari puncak.

23 Desember 2002

Pada  awal 2000-an tercatat terjadi 8 kali letusan di kawah utama. Kemudian, pada 25 Desember 2002 terjadi satu kali letusan. Dua hari berikutnya, letusan kembali terjadi di kawah utama dengan jumlah masing-masing letusan sebanyak 7 dan 8 kali. Pasca letusan, guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 250 meter.

Baca Juga :  Pesan Pak Wali Untuk BPPD Kota Malang 2021

Lebih lanjut pada tanggal 29 Desember 2002, seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur mencatat pula adanya gempa banjir yang diperkirakan memasuki Besuk Bang dan Besuk Kembangan. Dari data PVMBG, tidak terjadi korban jiwa maupun kerusakan rumah atau fasilitas umum baik di dusun Supit Timur maupun di dusun Rawabaung.

15 Mei 2008

Pada tanggal tersebut terjadi Guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian kurang lebih 600 m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2500m. Kemudian, 17 Mei 2008 terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian kurang lebih 500 m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2000 m.

Guguran awan panas dan letusan asap terus berlangsung hingga 4 hari berikutnya. Dan guguran awan panas yang terakhir terjadi yaitu pada 22 Mei 2008 sebanyak empat kali. Arah awan panas ini yaitu ke Besuki Kobokan dengan jarak luncur 2500 m.

1 Desember 2020

Letusan terbaru gunung semeru dilaporkan terjadi pada Selasa (01/12/2020) pukul 01.23, dikutip dari kompas.com. Letusan ini diikuti guguran awan panas dari puncak, dengan jarak luncur 2 km hingga 11 km.  Berdasarkan laman resmi Magma Indonesia ESDM, status Gunung Semeru sampai pada Sabtu (16/1/2021) adalah Level II Waspada.

Sedangkan untuk VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) yaitu orange. VONA ini dikeluarkan sebagai langah kesiapsiagaan dalam dunia penerbangan. Level orange ini diterapkan ketika erupsi sudah terjadi tetapi ketinggian kolom abunya masih di bawah 6.000 meter.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait