'Gugatan Istri' Mendominasi Ribuan Kasus Perceraian di Kabupaten Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
'Gugatan Istri' Mendominasi Ribuan Kasus Perceraian di Kabupaten Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

‘Gugatan Istri’ Mendominasi Ribuan Kasus Perceraian di Kabupaten Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Permohonan angka perceraian mencapai 3.624 pasangan di Kabupaten Kediri. Perolehan angka tersebut terhitung sejak bulan Januari – November 2020.

Dari total kasus angka perceraian yang terjadi, gugatan istri menyentuh angka lebih tinggi, dibanding talak cerai pengajuan dari suami. Beberapa penyebab mendominasi seperti faktor ekonomi, perselisihan, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Pengajuan cerai ada dua (2). Cerai talak oleh suami, dan cerai gugat yang diajukan oleh istri. Yang paling banyak adalah cerai gugat, yang diajukan oleh istri,” kata Humas Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, Munasik, kepada Satukanal.com, Kamis (31/12/2020).

Baca Juga :  Sertijab Bupati Kediri, Mas Dhito Paparkan Program Kerja

Menurut Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, faktor penyebab ekonomi mencapai perolehan angka tertinggi mencapai 2.609 kasus. Angka tersebut tidak terlepas berkaitan dengan bencana pandemi covid-19 yang berpengaruh terhadap perekonomian, sehingga memicu perceraian.

Penyebab kedua yakni perselisihan yang tak pernah mencapai mufakat, dengan jumlah 549 kasus. Disebutkan paling banyak terjadi karena adanya keberadaan orang ketiga dalam rumah tangga. Akibat para suaminya tergoda perempuan lain atau pelakor (perebut laki orang), disebutkan istri lebih banyak menagajukan gugatan.

Dilanjut dengan kenaikan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dari 56 kasus menjdi 76 kasus di tahun 2020. “Untuk kasus orang ketiga di Kediri memang terhitung tinggi, apalagi sejak adanya gadget yang semakin mempermudah orang untuk melakukan tindakan perselingkuhan,”  terangnya.

Baca Juga :  PPKM Mikro, Tekan 271 RT Berzona Kuning di Kabupaten Kediri

Dari segi usia, mereka yang mengajukan perceraian berkisar di usia produktif, antara 20 – 35 tahun dengan usia pernikahan relatif baru. Berbagai permasalahan rumah tangga yang menumpuk membuat perceraian menjadi salah satu jalan penyelesaian.

Munasik menyebutkan, Pengadilan Agama Kabupaten Kediri rata-rata menerima pengajuan cerai sebanyak 21 pasangan setiap hari. “Jumlah tersebut belum termasuk untuk bulan Desember yang belum direkap,” tutupnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait