SATUKANAL.COM
Bahan Pangan
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Stok Bahan Pangan Aman, Gubernur Khofifah: Jangan Panik

SATUKANAL – Maraknya pembahasan terkait virus Corona membuat masyarakat panik. Di beberapa kota, seperti Surabaya dan Jakarta telah terjadi gelombang pembelian bahan pangan besar-besaran.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengimbau warganya untuk tidak melakukan panic buying. Mereka menjamin pasokan bahan pangan aman dan pemerintah berupaya menekan persebaran virus Corona atau Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan panic buying akibat wabah corona di Indonesia.

Menurutnya, anggota peritel modern selalu siap untuk hadir dan memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan masyarakat di seluruh Indonesia.

Begitu juga dengan Aprindo Jatim yang telah merilis imbauan senada. Stok bahan kebutuhan pokok di Jatim sangat cukup. Oleh karenanya, diharapkan masyarakat tidak melakukan belanja berlebihan karena panik.

“Karena tindakan yang berlebihan ini justru membuat kepanikan baru di saat seluruh kebutuhan masyarakat sebetulnya dapat terpenuhi,” ujar Roy dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa situasi Jawa Timur relatif aman dan terkendali. Menurutnya, masyarakat tak perlu harus sampai memburu masker dan menimbun kebutuhan pokok di rumah.

Ia mengatakan, kepanikan justru akan memperparah situasi keadaan yang ada saat ini.

“Tidak perlu panik berlebihan. Pemerintah saat ini tengah berupaya menangani kasus virus corona di dalam negeri. Khusus Jawa Timur, kami memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk Jawa Timur,” ungkap Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Selasa (3/3).

Usai pengumuman adanya warga negara Indonesia (WNI) yang positif corona hari Senin (2/3) siang, tampak sejumlah masyarakat panik dan memborong barang kebutuhan pokok di sejumlah gerai retail modern Surabaya. Beberapa jenis barang yang banyak diborong pembeli di antaranya adalah sembako, handsoap dan masker.

“Kalau kita menyikapinya biasa saja, tentu situasi tetap normal. Tapi kalau seperti ini, ditambah lagi banyak hoax di medsos akhirnya masyarakat juga panik,” tegasnya.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait