SATUKANAL.COM
Gubernur BI Beberkan Tiga Kunci Penting dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Gedung Widyaloka UB (Foto : Sherla/satukanal)
BERITA RISET

Gubernur BI Beberkan Tiga Kunci Penting dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

SATUKANAL, MALANG – Ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok dan risiko geopolitik selama 2019 menekan perekonomian dunia, mendorong
penurunan harga komoditas serta ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

Adanya perang dagang tersebut pertumbuhan ekonomi dunia menurun dari 3.6 persen di tahun 2018 menjadi 2.9 persen di awal 2019.

Namun, indikator dini global (indeks manufaktur, pemesanan ekspor, & indeks keyakinan) membaik pada akhir 2019 & awal 2020 karena didorong stimulus kebijakan di beberapa negara serta optimisme pasca kesepakatan phase 1 trade deal AS-Tiongkok.

Di November 2019 sekitar 3.1 persen naik menjadi 3.2 persen di Januari 2020.

Indonesia sebagai negara berkembang di Asia harus mencari sumber lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembahasan ini dipaparkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat pelantikan pengurus ikatan sarjana ekonomi Indonesia (ISE) cabang Malang periode 2020-2023 di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang.

Perry menegaskan bahwa Indonesia harus mencari sumber pertumbuhan dalam negeri di nasional dan wilayah.

Baca Juga :  Satukanal Riset dan Pengembangan Buka Lowongan Pekerjaan di Posisi Researcher

“Secara nasional kita akan fokus industrialisasi, hilirisasi, pariwisata, educational services, pertanian, perikanan dan UMKM itu juga merupakan program pak Jokowi. Looking for new source economy group”, ungkapnya.

Permasalahan dagang tak bisa hanya diatasi oleh bank sentral saja.

Oleh karena itu, Perry menyatakan bahwa 3 hal harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pertama kita terus berdikusi dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk membangun negeri untuk mendukung secara bersama. Kedua sinergi-sinergi dengan bank sentral, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus digalakkan. dan yang terakhir atau bahwa kita tak bisa hanya membangun dari sumber dana dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Sehingga kita harus mempercantik diri untuk mendatangkan investasi,” ucapnya.

Sedangkan menurut ketua ISE, Wildan Safitri mengungkapkan bahwa Indonesia sudah berada pada pembangunan yang bisa disebut dengan pembangunan komunitas.

Ini karena Indonesia tak bisa bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja.

“Artinya dengan pembangunan komunitas kita harus melakukan pertumbuhan secara bersama-sama. Terdapat beberapa pilar dalam pertumbuhan ekonomi yaitu sumber daya, infrastruktur, dan juga regulasi. Salah satu masalah pertumbuhan adalah investasi. Investasi banyak terhambat oleh regulasi yang memang perlu disederhanakan dan dijembatani sehingga setiap investasi baik dari kalangan kecil menengah maupun besar itu bisa tak mengalami hambatan. Itu saya kira untuk akselerasi pertumbuhan dari kalangan ekonomi tinggi maupun rendah,” jelas Wildan.

Baca Juga :  Satukanal Riset dan Pengembangan Buka Lowongan Pekerjaan di Posisi Researcher

Wildan menambahkan Kota Malang juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan kota di Jatim yang memiliki ciri unik, artinya memiliki di seluruh sektor dari pendidikan, industri, dan lainnya.

“Terkait ekonomi yang bisa dikembangkan adalah di industri kreatif karena Malang pusat ilmu pengetahuan itu harus diimplementasikan. Ada banyak mahasiwa kini yang mulai membuka start-up, itu perlu dijembatani sehingga mereka mendapatkan manfaat dari sisi manajemen dan modal,” pungkas Pria yang juga dosen fakultas ekonomi UB ini.

Pewarta : Sherla Naya

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait